Dua Calhaj Meninggal, Jemaah Haji Rembang Berkurang

Jumat, 29 Juli 2016 | 14:00 WIB
Jemaah calon haji asal Kabupaten Rembang, Rabu (26/8/2015) pagi, sudah berangkat ke Embarkasi Haji Donohudan Boyolali. (Foto: Pujianto)

Jemaah calon haji asal Kabupaten Rembang, Rabu (26/8/2015) pagi, sudah berangkat ke Embarkasi Haji Donohudan Boyolali. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dua calon haji dari Kabupaten Rembang yang masing-masing akan berangkat 24 Agustus dan 1 September 2016 meninggal dunia.

Keduanya, Kasni Sulikan Ngariban dari Desa Karanglincak Kecamatan Kragan (Kloter 38) dan Farhan Kastam Tompo dari Desa Karangmangu Kecamatan Sarang (Kloter 65).

“Keduanya meninggal karena sakit,” ungkap Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang pada Jumat (29/7/2016).

Dengan demikian, Kloter 38 dari semula 355 calon haji kini menjadi 354 orang, Kloter 48 tetap 355 orang, sedangkan Kloter 65 dari semula 81 tinggal 80 orang.

Jumlah calon haji asal Kabupaten Rembang yang akan berangkat secara bergelombang per 24 Agustus bagi Kloter 38, 27 Agustus bagi Kloter 48, dan 1 September bagi Kloter 65, tinggal 789 orang.

“Kami sudah melaporkan ke Kementerian Agama Pusat mengenai dua calon haji yang meninggal dunia. Kuota pengganti tidak bisa otomatis tapi menunggu keputusan Pusat,” terangnya.

Ia menjelaskan, pengganti ditentukan oleh Kemenag Pusat dan turun tidak langsung ke Kabupaten Rembang, tetapi turun per Jawa Tengah. Jadi, belum tentu langsung urut berikutnya.

“BPIH calon haji yang bersangkutan bisa diurus pengembaliannya. Tinggal diusulkan ke kami dengan dilampiri surat keterangan kematian dari desa, kecamatan, dan kabupaten,” imbuhnya.

Ditegaskannya, BPIH bagi dua calon haji tersebut akan dikembalikan utuh dan pengurusannya tidak lama, tetapi Shalehudin tidak menyebutkan berapa lamanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan