Dua ABK Tirta Samudra XXI Sukses Dievakuasi

Senin, 14 Januari 2013 | 15:15 WIB

 

Dua ABK Tirta Samudra XXI yang tewas berhasil di daratkan melalui pantai di kawasan PLTU Sluke

Dua ABK Tirta Samudra XXI yang tewas berhasil di daratkan melalui pantai di kawasan PLTU Sluke

SLUKE – MataAirRadio.net, Dua Anak Buah Kapal (ABK) Tirta Samudra XXI yang dinyatakan tewas dan sempat dievakuasi kapal MV Budi Rahmadi akhirnya berhasil didaratkan melalui pantai di kawasan PLTU Sluke, Senin (14/1) siang sekitar pukul 10.00 WIB.

Evakuasi dua korban tewas dari kapal MV Budi Rahmadi itu dilakukan dengan bantuan tug boat dengan nama lambung Srikandi Baruna 240 warna oranye yang disiapkan pihak PLTU Sluke. Evakuasi korban dari kapal MV Budi Rahmadi yang rusak di empat mil utara perairan Tanjung Bendo Sluke membutuhkan waktu setidaknya tiga jam.

Dua korban tewas yang sebelumnya terapung di sekoci atau lift craft sejak dilaporkan pada Jumat 11 Januari lalu, diketahui bernama Herry Martijanto asal Magelang yang merupakan seorang Kepala Kamar Mesin (KKM 2) dan Hasanudin asal Medan yang seorang juru minyak.

Setelah sukses dievakuasi ke daratan, dua korban tewas itu dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr R Soetrasno Rembang menggunakan ambulans milik rumah sakit setempat yang sebelumnya telah disiagakan, untuk diautopsi.

Staf Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Rembang yang mengoordinasi evakuasi tersebut, Eko Teguh Siswanto mengatakan, total ada tiga ABK Tirta Samudra XXI yang berhasil dievakuasi dari Perairan Rembang.

Sebelumnya, seorang ABK bernama Aji Handoko Suryo Iskandar (juru mudi) ditemukan dalam kondisi selamat dan sudah dibawa ke Jakarta menggunakan kapal kargo Tanto Star, kapal yang pertama kali mengevakuasi Aji Handoko.

Eko Teguh Siswanto menambahkan, setelah evakuasi kali ini, pihaknya akan kembali melakukan pemantauan di perairan setempat guna mendapatkan informasi terkait nasib ABK lain di Kapal Tirta Samudra XXI.

Sebelum dinyatakan hilang kontak pada Kamis petang 10 Januari lalu, Kapal Tirta Samudra XXI membawa 12 orang awak, yakni Muttaqin (nahkoda), Afensius Panjaitan (mualim I), Penginzinta Sitepu (mualim II), Izak Steven (KKM), Herry Martijanto (KKM 2), Alim Yusuf (juru mudi), Muh Lutfi Ulsar Iskandar (juru mudi), Aji Handoko Suryo Iskandar (juru mudi), Hasanudin (juru minyak), Ibrahim (kadet mesin), David Banjarnanhor (kadet dek), dan Kambali (juru masak).

Dengan ditemukannya tiga ABK di Perairan Rembang tersebut, dua dalam kondisi meninggal dunia dan satu orang lainnya selamat, maka fokus pencarian kemudian tinggal ke sembilan ABK lainnya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Suharso menyatakan, belum bisa menentukan kapan dua korban tewas tersebut akan diserahkan ke keluarga korban. Namun yang jelas, langkah lebih lanjut akan ditentukan setelah autopsi terhadap kedua korban tersebut.

Evakuasi di pantai kawasan PLTU Sluke yang pada malam sebelumnya (13/1) dipusatkan di Pelabuhan Tanjung Bonang Sendangmulyo Sluke, berawal dari operasi Helikoper Bell 412 HA-5164 milik Skuadron 11 TNI AD yang menemukan dua sekoci di Perairan Rembang, Minggu (13/1) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Pencarian dengan helikopter tersebut setelah pemilik kapal tanker Tirta Samudra XXI, Wan Sabra melaporkan kepada Badan SAR Nasional telah kehilangan kontak dengan kapal milik PT. Tirta Cipta Mulia Persada Batam itu, pada hari Kamis 10 Januari 2013 sekitar pukul 19.00 WIB. Peralihan titik evakuasi dari Pelabuhan Tanjung Bonang ke kawasan PLTU Sluke lantaran cuaca buruk. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan