DPRD Minta DPUTaru Cek Jembatan Tua

Jumat, 20 April 2018 | 18:34 WIB

Jembatan Widang, Tuban. (Foto dikutip dari laman http://www.suarasurabaya.net)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Kabupaten Rembang diminta mengecek jembatan-jembatan tua agar kasus jembatan roboh di Widang Tuban tidak terjadi di daerah ini.

Menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Rembang Puji Santoso, DPUTaru perlu membentuk tim seperti yang dimiliki Kota Madiun. Tim bekerja secara mobil, berisi pekerja dan teknisi untuk mengecek misalnya pergerakan tanah.

“Kami perlu mendorong adanya pengecekan rutin jalan dan jembatan, terutama yang terindikasi tua, karena selain berada dalam koordinasi kami, juga karena infrastruktur ini penting bagi roda perekonomian suatu daerah,” katanya.

Ketika dihubungi mataairradio pada Jumat (20/4/2018) siang, Puji menyatakan, jembatan-jembatan utama di wilayah Kabupaten Rembang terpantau masih layak. Namun ada kelemahan, yaitu lebar jembatan tidak memadai.

Beberapa jembatan memiliki lebar yang tidak sebanding dengan lebar jalan. Terhadap jembatan yang seperti itu, Puji berharap kepada DPUTaru untuk merenovasinya. Begitu pun terhadap jembatan peninggalan masa lampau.

“Jembatan tua yang dibangun di masa Belanda, perlu dicek kekuatannya kini dan kemudian direnovasi. Seperti Jembatan Pandan yang menghubungkan Pandan-Japerejo, yang meskipun gelagarnya masih bagus, tetapi tetap direnovasi,” katanya.

Rahmad, seorang pendengar mataairradio di Sumber melaporkan, sejak peristiwa robohnya Jembatan Widang, dirinya kerap was-was bila lewat jembatan yang berusia tua. Menurutnya, Jembatan Klampok di daerah Jatihadi perlu diperbaiki.

Ia juga menyuarakan pentingnya langkah dari dinas terkait untuk mengecek kelaikan setiap jembatan di Kabupaten Rembang. Rahmad menyatakan tidak ingin kasus Jembatan Widang terjadi di wilayah Kabupaten Rembang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan