DPHP Pemilu 2019 mulai Direkapitulasi di Rembang

Jumat, 8 Juni 2018 | 13:58 WIB

Logo KPU.

 

REMBANG, mataairradio.com – Daftar pemilih hasil pemutakhiran (DPHP) untuk Pemilu 2019 mulai direkapitulasi.

Di Kabupaten Rembang, Jumat (8/6/2018) ini menjadi batas terakhir rekapitulasi di tingkat panitia pemungutan suara (PPS).

Komisioner KPU Kabupaten Rembang Nurul Muasiroh mengatakan, sebagian PPS melakukan rekapitulasi DPHP pada Kamis (7/6/2018) kemarin.

“Begitu rekapitulasi di tingkat PPS beres, akan dilanjutkan di tingkat kecamatan, pada 11 dan 12 Juni 2018,” terangnya.

Ujungnya, rekapitulasi DPHP di tingkat Kabupaten Rembang akan dilakukan pada 17 Juni mendatang.

“Untuk daerah yang mengikuti Pilkada serentak, DPHP sebagai bahan DPS ini, berasal dari DPT Pilgub 2018 di Rembang ditambah pemilih pemula,” jelasnya.

Nurul menyatakan belum bisa menyebutkan jumlah pemilih yang akan masuk DPS.

“Seluruh pemilih pada DPT Pilgub masih akan masuk, walaupun ada yang sudah tidak memenuhi syarat,” tandasnya.

Sebelumnya, KPU mencoret sedikitnya 754 pemilih dari daftar pemilih tetap pada masa pemeliharaan DPT Pilgub Jateng 2018 di Kabupaten Rembang.

Rinciannya, 499 pemilih meninggal dunia, 254 pemilih pindah domisili, dan satu pemilih alih status menjadi anggota TNI.

“Jumlah pemilih pemula untuk Pemilu 2019, yang terdeteksi sejauh ini lebih dari 7.000 orang,” ujarnya.

Jika ditambah DPT Pilgub yang 475.730 pemilih, maka DPS yang nanti akan ditetapkan berkisar pada angka 482.000 pemilih.

Pemilu 2019 akan digelar pada Rabu, 17 April 2019.

Selain memilih calon anggota DPR, DPD, dan DPRD baik provinsi maupun kabupaten, Pemilu ini juga memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk lima tahun berikutnya.

Pemilu 2019 akan diikuti oleh 19 partai politik, termasuk empat partai Aceh.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan