Ditinggal Berladang, Rumah berikut isinya Ludes Terbakar

Wednesday, 30 August 2017 | 14:32 WIB

Dua petugas pemadam masih beraksi memadamkan sisa api pada kebakaran rumah milik keluarga Akhsan di Dukuh Gembris Desa Sumbergirang Kecamatan Lasem, Rabu (30/8/2017) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

LASEM, mataairradio.com – Rumah berikut isinya milik Akhsan warga Dukuh Gembris Desa Sumbergirang Kecamatan Lasem ludes terbakar akibat korsleting pada Rabu (30/8/2018) pukul 08.00 WIB.

Saat kejadian, Akhsan dan istrinya sedang berladang, sedangkan dua orang anaknya sedang sekolah. Kobaran api pertama kali diketahui oleh tetangga korban. Namun warga tak bisa berbuat banyak.

Pasalnya, daerah setempat termasuk kekurangan air. Satu unit sepeda motor jenis Honda Supra Fit, tiga sepeda ontel, perkakas elektronik, uang tunai dua juta rupiah, dan barang berharga lain, ludes.

“Kami sudah cek tempat kejadian perkara. Dugaan penyebab kebakaran adalah korsleting. Saksi mendengar suara letusan di bagian atas rumah,” ungkap Kapolsek Lasem AKP Didik Dwi Santoso.

Polisi juga menyebutkan, api berkobar cepat karena rumah korban berbahan kayu berukuran 7 x 9 meter. Namun satu armada pemadam dan dua tangki terjun ke lokasi kebakaran guna penanganan.

“Kerugian material, berdasarkan komunikasi kami dengan pemilik rumah, sekitar Rp60 juta. Mengenai titik persis terjadinya korsleting, kami masih lakukan penyelidikan,” ujarnya kepada mataairradio.com.

Atas kasus kebakaran ini, Kapolsek meminta kepada masyarakat untuk memeriksa kembali jaringan kelistrikan di rumah masing-masing, terutama mengecek standar mutu kabel yang dipakai.

“Kontak sambungan juga agar dipastikan tidak bertumpuk-tumpuk. Sebab pada kejadian kebakaran ini, Pak Akhsan bilang sebelumnya listrik di rumahnya sering kali mati seolah kelebihan beban,” imbaunya.

Petugas pemadam kebakaran dari Pemkab Rembang Sarpani pun berharap kepada masyarakat agar mewaspadai kebakaran di musim kemarau ini, terutama terhadap pembakaran serasah atau sampah.

“Kami selalu siaga menangani kebakaran. Tetapi paling tidak, masyarakat waspada, terutama saat membakar sampah. Ditunggui saja biar aman” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan