Ditengarai Bermasalah, DPU dan Rekanan Proyek Drainase Dipanggil

Kamis, 27 Oktober 2016 | 21:14 WIB
Area sebelah utara atau depan Pasar Sedan kerap menjadi langganan banjir lantaran penataan drainase tidak optimal. (Foto: mataairradio.com)

Area sebelah utara atau depan Pasar Sedan kerap menjadi langganan banjir lantaran penataan drainase tidak optimal. (Foto: mataairradio.com)

 

SEDAN, mataairradio.com – Pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang dan rekanan proyek dijadwalkan dipanggil oleh Komisi C DPRD setempat, Jumat (28/10/2016) ini.

Kedua pihak tersebut akan diminta keterangan dan penjelasannya mengenai proyek perbaikan drainase di sekitaran Pasar Sedan karena dinilai bermasalah lantaran menyisakan komplain warga.

Pihak Komisi C DPRD Kabupaten Rembang yang melakukan inspeksi pada 25 Oktober lalu didatangi sejumlah warga yang komplain atas proyek drainase karena justru memicu banjir.

“Entah yang salah perencanaan dari DPU-nya atau nakalnya rekanan, yang jelas waktu pengawasan kemarin, banyak yang mengadu soal proyek drainase itu,” ujar Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Rembang Mohammad Imron.

Ia yang mengutip keterangan warga menyebutkan, sejak drainase diperbaiki sekitar Agustus lalu, saat turun hujan, air tidak teralirkan baik, tapi justru mengakibatkan banjir.

“Bahkan, drainase di pojok barat-utara pasar, malah nggak bisa mengalir airnya. Kotoran-kotoran juga mandek. Tidak ada bak kontrolnya pula. Padahal itu pekerjaan APBD Induk 2016,” paparnya.

Dengan memanggil pihak DPU dan rekanan proyek secara sekaligus, harapannya agar segera dilakukan pembenahan dan sanksi tegas apabila diperlukan, sehingga masyarakat tidak dirugikan.

“Dua titik drainase yang ada di sekitaran Pasar Sedan itu, nilainya masing-masing Rp200 juta, sehingga totalnya Rp400 juta. Yang mengerjakan rekanan lokal Rembang,” ungkapnya.

Selain pada pekerjaan drainase tersebut, Imron pun membeberkan ada satu proyek lagi yang perlu dipantau hasil pekerjaannya, yakni proyek Jalan Nglojo-Sarang.

“Yang Nglojo-Sarang itu pun menonjol. Kami duga pengaspalan dilakukan ketika lapisan di bawahnya belum padat. Jika tidak padat, maka aspal akan mudah amblas. Kita akan cek ke sana lagi,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan