Ditanya Antisipasi Pengondisian Proyek, Begini Jawaban Bupati

Jumat, 8 April 2016 | 18:05 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan paparan pada Musrenbang tingkat kabupaten di Ruang Rapat Utama DPRD Rembang, Kamis (7/4/2016). Seusai acara Hafidz membeberkan caranya mengantisipasi pengondisian dan pengaturan proyek di lingkup Pemkab Rembang. (Foto: Pujianto)

Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan paparan pada Musrenbang tingkat kabupaten di Ruang Rapat Utama DPRD Rembang, Kamis (7/4/2016). Seusai acara Hafidz membeberkan caranya mengantisipasi pengondisian dan pengaturan proyek di lingkup Pemkab Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan sedang mengantisipasi kasak-kusuk praktek pengondisian proyek yang terjadi di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di kabupaten ini.

Hal itu yang menurutnya membuat pekerjaan infrastruktur masih belum tampak, setidaknya sampai Jumat 4 April 2016.

“Muncul kasak-kusuk bahwa setiap konsultan masuk, hampir selalu sudah berdampingan dengan calon penggarap. Itu rawan pengaturan proyek Karena itu, maka kita putus,” katanya.

Bupati menjelaskan, perencanaan yang melibatkan konsultan perlu disusun secara matang lebih dulu, baru setelah itu masuk tahapan berikutnya.

“Kami sudah sampaikan ini kepada para kepala dinas. Dengan begitu, pekerjaan infrastruktur jalan, akan bisa dimulai Mei atau Juni nanti,” terang ia.

Hafidz meyakinkan, pelibatan konsultan yang tidak sekaligus dengan penggarapnya akan menekan permainan proyek. Apalagi, pelelangan proyek akan dilakukan lewat layanan pengadaan secara elektronik (LPSE).

Namun yang kini menjadi perhatiannya adalah soal waktu penyelesaian pekerjaan. Pasalnya, di Rembang, banyak proyek pekerjaan gedung.

“Ada beberapa pekerjaan seperti di rumah sakit daerah yang tiga gedung dengan nilai anggaran sekitar Rp16 miliar. Pengerjaan gedung rumah sakit itu diperkirakan memakan waktu 6-7 bulan,” bebernya.

Ia mengaku ragu proyek tersebut bisa diselesaikan tepat waktu karena pelelangan untuk konsultannya saja sempat gagal dan kini sedang proses lelang ulang.

“Untuk pekerjaan infrastruktur jalan, tidak ada masalah soal waktu. Yang gedung-gedung itu, yang rawan (tidak selesai),” tegasnya.

Pada tahun 2016, jumlah anggaran yang digelontorkan oleh Pemkab Rembang untuk perbaikan jalan mencapai Rp120 miliar.

Bupati menargetkan 60 persen jalan yang rusak, baik pada ruas antarkecamatan maupun jalan poros kabupaten, akan selesai diperbaiki pada tahun ini.

Selanjutnya pada 2017, ditargetkan sudah 80 persen jalan mulus. Bupati menyatakan tingkat serapan anggaran oleh SKPD di Kabupaten Rembang masih di bawah 15 persen, hingga awal April 2016.

“Ya itu, karena hampir semua pekerjaan konstruksi fisik masih belum terlaksana,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan