Distribusi Kartu Asuransi Nelayan Tidak Tepat Sasaran

Selasa, 22 November 2016 | 17:21 WIB
Sebagian nelayan di Desa Tritunggal Kecamatan Rembang menyatakan belum menerima kartu asuransi nelayan dan menganggap distribusi kartu tersebut tidak tepat sasaran. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Sebagian nelayan di Desa Tritunggal Kecamatan Rembang menyatakan belum menerima kartu asuransi nelayan dan menganggap distribusi kartu tersebut tidak tepat sasaran. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

KOTA, mataairradio.com – Distribusi Kartu Asuransi Nelayan di Kabupaten Rembang dinilai tidak tepat sasaran, oleh sebagian nelayan. Pasalnya masyarakat yang tidak berprofesi sebagai nelayan, justru terdaftar sebagai penerima kartu tersebut.

Salah seorang nelayan di Desa Tritunggal Kecamatan Rembang, Munawar mengaku belum terdaftar sebagai penerima program dari Pemerintah Pusat itu, tetapi warga lain yang berprofesi sebagai petani, malah mendapat kartu asuransi.

“Saya belum didaftar, jadi belum mendapat (kartu asuransi nelayan, red.). Tetangga saya yang kerjanya bukan nelayan malah sudah menerima. Pendistribusian kartu asuransi nelayan di sini(Desa Tritunggal), sudah hari Jumat yang lalu,” katanya, Selasa (22/11/2016) siang.

Ia menyebutkan, baru sekitar 70 kartu asuransi nelayan yang diterimakan kepada warga Desa Tritunggal. Menurut Munawar, di desanya masih terdapat banyak nelayan yang belum mendapat kartu asuransi.

Jika mereka yang seharusnya menerima kartu, tidak terlayani, maka katanya, program pemerintah untuk menyejahterakan nelayan tidak akan mampu berjalan efisien.

“Kami berharap pemerintah akan betul-betul mendata penerima kartu, sehingga program ini tidak sia-sia,” katanya kepada mataairradio.com.

Pada kesempatan terpisah, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyebutkan, baru 1.200 kartu yang sudah dicetak, dari total kuota 5.400 kartu yang disediakan oleh Pemerintah Pusat untuk nelayan di daerah ini.

Menurutnya, kartu asuransi nelayan diberikan tidak kepada seluruh nelayan, tetapi terbatas bagi nelayan yang memiliki kapal dengan bobot mati di bawah 10 grosston (GT).

Nelayan yang memiliki kartu asuransi, katanya, ketika mengalami kecelakaan saat melaut; apabila meninggal dunia mendapatkan uang asuransi sebanyak Rp200 juta dan cacat permanen mendapat Rp150 juta.

“Sedangkan nelayan yang hanya membutuhkan perawatan di rumah sakit, biayanya akan ditanggung berdasarkan nominal tagihan yang telah dibebankan kepada nelayan,” terangnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan