Disortir, Ditemukan Puluhan Surat Suara Pilgub Rusak

Rabu, 23 Mei 2018 | 16:17 WIB

Proses sortir dan lipat surat suara di Gudang KPU Rembang di bilangan Jalan Ahmad Yani, Sawahan, Rabu (23/5/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang menerima kiriman surat suara untuk Pilgub Jawa Tengah 2018, Rabu (23/5/2018) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

Setelah diteliti, mulai pukul 08.00 WIB, pihak KPU langsung melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara. Sesuai rencana, ada 43 tenaga yang dikerahkan untuk menyortir dan melipat surat suara.

“Hingga pukul 13.30 WIB, kami menemukan 80-an surat suara yang rusak antara lain karena robek, tidak simetris, dan ada bercak,” kata Ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Suud.

Selain itu juga gambar salah satu dan semua pasangan calon, buram. Suud akan merekap jumlah surat suara rusak lalu melaporkannya kepada KPU Provinsi Jawa Tengah untuk dilakukan penggantian.

“Kita rekap dulu semuanya, nanti kita laporkan ke KPU Provinsi soal penggantiannya,” terangnya.

Suud menyebutkan, melihat kenyataan di lapangan, proses sortir dan lipat tiap surat suara, tidak butuh waktu lama. Pasalnya, surat suara telah dilipat sebagian oleh pihak percetakan dari provinsi.

“Juru sortir dan lipat tinggal membuka surat suara, lalu melihatnya guna memeriksa kelayakan, lalu menutup dan melipatnya lagi. Pukul 13.30, tiap orang sudah melipat 2.000 surat suara,” ujarnya.

Setelah akhir jam kerja hari pertama atau seusai pukul 16.00 WIB, KPU akan melakukan evaluasi. Apakah 488.315 lembar surat suara yang mesti dilipat bisa selesai tepat waktu, 31 Mei atau tidak.

“Jika ternyata kemungkinannya tidak cukup waktu, maka akan diterapkan kerja lembur atau penambahan jumlah pekerja,” tandasnya.

Sementara itu, setelah jam kerja berakhir, gudang KPU di Jalan Ahmad Yani Sawahan, ditutup dan dikunci. KPU mempekerjakan dua orang tenaga keamanan dari warga setempat, dibantu polisi.

“Kami ada dua tenaga keamanan dari warga terdekat. Selain itu staf kita juga monitor. Dibantu juga pasti dari pihak kepolisian,” imbuhnya.

Kondisi gudang, menurut Suud, layak karena bebas rayap dan tidak bocor. Di dalamnya juga telah dipasangi kamera pengintai atau CCTV untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan di malam hari.

“Rayap dan bocor, aman. Rapat kok. Di dalam juga sudah kita pasang CCTV guna antisipasi,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan