Disabotase, Sisi Utara Alun-alun Rembang Gelap

Rabu, 14 Desember 2016 | 20:31 WIB
Lampu penerangan sisi utara Alun-alun Rembang, tepi Jalan Pantura, sudah beberapa hari terakhir padam, sehingga melahirkan gelap pada malam hari. (Foto: Pujianto)

Lampu penerangan sisi utara Alun-alun Rembang, tepi Jalan Pantura, sudah beberapa hari terakhir padam, sehingga melahirkan gelap pada malam hari. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sisi utara Alun-alun Rembang tepi Jalan Pantura tampak gelap, setidaknya dalam tiga malam terakhir. Sebanyak 10 titik lampu yang terdiri atas delapan set lampu jalan dan dua lampu hias di ujung timur dan barat, padam.

Padahal, lampu-lampu itu hampir semuanya merupakan buah dari pengerjaan penataan Alun-alun, yang belum lama tuntas. Sebagian pedagang dan pengunjung wajah kota ini pun mengeluhkannya dan berharap persoalan tersebut segera diatasi.

Pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang, Rabu (14/12/2016) pagi, terpantau melakukan inspeksi di kawasan sisi utara Alun-alun melalui Kepala Bidang Tata Ruang dan Pertamanan Endro Riyadi dan Kepala Seksi Pertamanan Suhardi.

“Kami datang setelah ada warga yang mengabarkan kepada kami bahwa lampu sisi utara alun-alun, padam. Padam kok semuanya. Kalau ini soal lampu putus, kami kira kok tidak. Setelah kami cek ini tadi, ternyata ada kabel besar yang terpotong,” beber Endro.

Kondisi penampang kabel tembaga bagian dalam yang putus, menurut penilaian pihak DPU, berkemungkinan dipotong sengaja oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab. Endro menyayangkan dugaan sabotase tersebut karena merugikan pengunjung.

“Kalau ini orang iseng, apakah yang bersangkutan tidak tahu kalau keisengan ini keterlaluan dan termasuk sebagai sebuah tindak pidana. Kami akan selidiki pelakunya. Kita sudah berpesan kepada pedagang, kalau ada yang tahu, kabari kami,” katanya.

Mengenai lampu penerangan dan lampu hias yang kini padam, pihak DPU berjanji segera memperbaiki. Perbaikan akan dilakukan oleh rekanan proyek penataan Alun-alun Rembang, dalam waktu secepatnya.

“Kami mengharapkan kerjasama dari masyarakat dalam menjaga fungsi alun-alun sebagai ruang publik dan ruang hiburan gratis. Mari kita jaga aset kita ini. Jangan hanya mengandalkan dinas (DPU, red.),” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan