Dinkes Beberkan Jenis Ranitidin Yang Ditarik BPOM

Kamis, 10 Oktober 2019 | 18:51 WIB

Obat jenis Ranitidin. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang membenarkan bahwa ada penarikan produk Ranitidin oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) karena mengandung N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang bisa memicu kanker.

Kepala Seksi (Kasi) Farmasi pada Dinas Kesehatan setempat Susi Hariyati menjelaskan bahwa tidak semua jenis produk Ranitidin di tarik oleh BPOM. Dalam surat edarannya, Susi menyebutkan ada lima jenis produk Ranitidin yang ditarik oleh BPOM yaitu Ranitidine cairan injeksi yang diproduksi oleh PT Phapros, Zantac cairan injeksi yang diproduksi oleh PT Glaxo, Rinadin sirup yang diproduksi oleh PT Global Multi Pharmalab, dan Indoran cairan serta Ranitidine cairan yang diproduksi oleh PT Indofarma.

Selain yang disebutkan oleh BPOM melalui surat edarannya, produk Ranitidin lainnya boleh dikonsumsi oleh masyarakat namun harus sesuai dengan petunjuk medis baik itu dokter maupun apoteker.

Rabu (9/10/2019) kemarin pihak Dinkes Rembang bersama BPOM Jawa Tengah sudah mengecek beberapa tempat yaitu rumah sakit, apotek, dan juga klinik dan ternyata tidak ada peredaran produk jenis Ranitidin yang ditarik oleh BPOM.

“Dinkes dan BPOM sudah keliling Rembang untuk mengecek, dan ternyata aman dari peredaran produk Ranitidin yang ditarik. Kalau Ranitidin yang tidak ada dalam surat BPOM masih boleh dikonsumsi asal melalui petunjuk tenaga medis,” pungkasnya.

Husna Andhyrakhman salah satu pemilik apotek di jalan Asnawi Rembang mengaku masih menjual produk Ranitidin. Dirinya memang sempat mendengar bahwa ada penarikan produk Ranitidin oleh BPOM. Namun belum ada surat resmi dari Dinkes setempat sehingga dia dan beberapa teman apoteker masih menjualnya. Pihak distributor juga masih mengedarkannya.

“Belum, belum ada surat resmi dari Dinas Kesehatan, jadi masih lanjut,” pungkasnya.

Husna menjelaskan bahwa Ranitidin adalah salah satu obat lambung dan terbilang banyak yang mengkonsumsinya.

Penulis : Mohamad Siroju Munir
Editor : Mohamad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan