Dinduk Capil Tetap Membuka Pelayanan di Tengah Penyebaran Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 20:42 WIB

Anggota dari Polres Rembang saat membubarkan warga yang berkerumun mengantre untuk mengurus dokumen kependudukan di Depan Kantor Dinduk Capil setempat, pada Kamis (26/3/2020) siang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio. com – Pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dinduk Capil) Kabupaten Rembang tetap membuka pelayanan kependudukan bagi masyarakat Rembang, meski tengah marak peristiwa penyebaran wabah virus corona.

Hal tersebut dibenarkan oleh Daenuri Kepala Dinduk Capil Kabupaten Rembang, saat reporter mataairradio.com menghubunginya, pada Kamis (26/3/2020) siang.

Sejak pagi, terpantau di depan Kantor Dinduk Capil, terdapat kerumunan warga sedang antre untuk mengurus dokumen kependudukan.

Daenuri menyatakan, bahwa pihaknya setiap hari masih melayani warga Rembang yang mengurus dokumen kependudukan, namun dengan jarak jauh. Yakni warga mengantre di depan pintu gerbang Kantor Dinduk Capil.

Ia mengungkapkan, selama seminggu terakhir pihaknya melayani sebanyak tiga kecamatan dan maksimal 400 pemohon.

Pemohon bisa memberikan dokumen kependudukan kepada petugas lewat luar pagar baru kemudian diproses oleh petugas. Hal itu pihaknya lakukan, untuk menghindari kontak fisik antara petugas dengan warga.

“Sudah seminggu terakhir kita buat aturan itu. Bagi pemohon bisa lewat pagar sebelah selatan, namun ruang pelayanan memang tidak kami buka,” terangnya.

Terkait adanya petugas kepolisian yang mendatangi kantornya pada Kamis (26/3/2020 ) siang, Daenuri menjelaskan bahwa saat patroli, petugas dari Polres Rembang melihat kerumunan yang ada depan kantor Dinduk Capil.

“Petugas terpaksa membubarkannya, apalagi ditambah ada informasi salah satu warga Rembang positif terpapar virus corona,” imbuhnya.

Daenuri menegaskan pihaknya tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, akan tetapi khusus untuk perekaman bagi pemohon baru, sementara waktu dihentikan, sedangkan pelayanan yang lain tetap berjalan.

Dirinya berharap warga bisa memahami gentingnya situasi dan ketidaknyamanan pelayanan selama beberapa waktu kedepan karena adanya wabah virus corona.

“Khusus perekaman kita hentikan dulu, menghindari adanya kontak fisik. Kan cek retina mata, sidik jari itu menggunakan alat jadi khawatir gitu,” ungkapnya.

 

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor : Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan