Dikeluhkan, Pedagang Jasa Mainan Anak Naik Alun-alun Lagi

Kamis, 14 April 2016 | 14:20 WIB
Wahana permainan anak kembali menempati areal sisi timur Alun-alun Rembang, sehingga dianggap menyita nyaris habis ruang publik di bagian tersebut. (Foto: Pujianto)

Wahana permainan anak kembali menempati areal sisi timur Alun-alun Rembang, sehingga dianggap menyita nyaris habis ruang publik di bagian tersebut. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sejumlah pedagang jasa permainan anak-anak terpantau naik lagi ke areal sisi timur Alun-alun Rembang, sehingga dikeluhkan oleh para pengunjung kawasan setempat.

Muhammad Nur, salah seorang pengunjung dari Kecamatan Kaliori menilai, ruang publik di areal sisi timur alun-alun menjadi tersita nyaris habis untuk wahana permainan anak-anak, seperti mandi bola, mobil anak, dan memancing.

“Sebelumnya, pemerintah sudah melokasasi areal permainan anak di sebelah timur alun-alun, di Jalan Gatot Subroto. Kenapa sekarang jadi boleh naik ke atas alun-alun. Seperti ada pembiaran,” ujarnya kepada reporter mataairradio, Kamis (14/4/2016).

Ia juga menilai, dibiarkannya wahana permainan anak untuk menempati lagi di areal sisi timur alun-alun, menjadikan pengunjung tidak sepenuhnya bisa menikmati suasana wajah kota pada malam hari.

“Harapannya ya ditertibkan. Kalau sebelumnya bisa, ya mestinya pun sekarang bisa,” tandasnya.

Selain mengeluhkan sejumlah pedagang jasa permainan anak yang kembali naik ke areal alun-alun, ia pun menyesalkan tidak teraturnya lagi arus kendaraan yang menuju dan yang keluar dari kawasan tersebut.

“Sebelumnya juga, arus kendaraan sempat dibuat searah. Misalnya yang dari arah selatan, mesti bablas ke utara atau tidak boleh langsung belok kanan, tapi sekarang semrawut lagi. Jangan hangat-hangat tahi ayam lah,” tegasnya.

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto mengatakan akan menertibkan pedagang di kawasan alun-alun, sehingga wajah kota menjadi ruang publik yang dimiliki secara bersama.

“Yang pasti, kita akan keroyok alun-alun menjadi ruang publik bersama. Kita wacanakan ada videotron di sana, sehingga masyarakat benar-benar merasakan (fungsi alun-alun). Biar juga ada semangat diskusi di situ, ada guyub dengan keluarga di sana,” ujarnya.

Soal penertiban, ia menyatakan akan membuat rencana dengan Satpol PP, agar semua pihak memiliki tanggung jawab dan komitmen membuat alun-alun menjadi teratur dan bersih.

“Bukan melarang, tetapi perlu ada ruang di situ. Saya nggak mau, pedagang punya space lebih luas. Harus ada aturan. Saya juga mau pedagang memunculkan daftar harga,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan