Dikecam, Rencana Konser Musik di Stadion Krida

Selasa, 25 April 2017 | 13:41 WIB

Kondisi lapangan Stadion Krida Rembang pasca-konser malam pergantian tahun, 1 Januari 2016, banyak beredar di media sosial. (Foto: facebook/Rizky Maulana)

 

REMBANG, mataairradio.com – Rencana penggunaan Stadion Krida Rembang untuk konser musik pada 4 Mei mendatang menuai kecaman dari berbagai kalangan.

Pasalnya, konser musik yang antara lain akan mendatangkan grup band “Netral” dilangsungkan ketika musim kompetisi Liga 2 bergulir, sedang PSIR salah satu kontestan.

Sementara, pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang selaku pengelola Stadion Krida dikabarkan sudah memberikan lampu hijau.

“Kami menolak Stadion Krida dipakai konser musik. Apalagi tanggal 11 Mei 2017, stadion dipakai laga home PSIR melawan PSIS Semarang,” kata Komandan Ganster, Nugroho Ghozali.

Menurutnya, berkaca dari pengalaman konser musik di Stadion Krida (Konser Endang Sukamti pada malam tahun baru 2017, red.), permukaan lapangan dan rumput rusak akibat aktivitas pertunjukan dan penonton.

“Apalagi, laga melawan PSIS nanti, rencananya ditayangkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta. Kalau permukaan lapangan dan rumput rusak, kita turut malu,” paparnya.

Pihak Ganster selaku suporter setia PSIR berencana melayangkan surat penolakan kepada berbagai pihak yang terkait, termasuk Bupati agar membatalkan izin pemakaian stadion untuk konser musik.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rembang Bisri Cholil Laquf menyatakan menyesalkan jika izin konser musik di Stadion Krida diberikan langsung oleh Bupati.

“Saya tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya hati para insan penggemar PSIR jika stadion kebanggaan mereka kembali terkoyak seperti tahun baru yang lalu,” katanya.

Menurutnya, masih banyak tanah lapang di Rembang Kota dan tidak harus konser musik digelar wilayah kota.

Ia pun berharap peran KONI agar ikut menghalau pelaksanaan konser musik di stadion, terlebih saat ini sedang musim kompetisi.

“Konsentrasi mengembalikan kejayaan PSIR seperti dulu. Netralisir stadion kebanggaan dari acara selain sepakbola,” tegasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang Akhsanuddin membenarkan, pihaknya pernah memberi izin penggunaan Stadion Krida, tetapi jauh sebelum tanggal 4 Mei 2017.

“Namun karena ada perubahan jadwal lagi, menjadi tanggal 4 Mei 2017, maka ini Pak Harto (Kepala Bidang Olahraga, red.) kami minta ketemu lagi sama pihak pemohon. Saya belum putuskan (ditolak atau diizinkan, red.),” katanya.

Pada kesempatan terpisah, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan belum ada pihak yang maju kepadanya untuk meminta izin menggunakan Stadion Krida untuk konser musik.

“Kalau ada (yang maju minta izin), saya tidak mengizinkan karena dipakai kompetisi PSIR,” ujarnya ketika dikonfirmasi mataairradio.com, Selasa (25/4/2017).

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan