Di Usia ke-276, Rembang Harus Bangkit!

Kamis, 27 Juli 2017 | 16:51 WIB

Ruas jalan antara Desa Babadan menuju Desa Karangsekar di Kecamatan Kaliori sempat “ditanami” pohon pisang sebagai bentuk protes kepada Pemerintah Kabupaten Rembang atas kerusakan jalan yang berlangsung bertahun-tahun, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sejumlah warga Kabupaten Rembang berharap agar daerahnya bisa segera bangkit dari berbagai ketertinggalan dibandingkan kabupaten-kabupaten lain di usia ke-276 tahun, bertepatan dengan 27 Juli 2017.

Setiawan, salah seorang warga yang sehari-harinya berjualan ponsel seken di tokonya, “Matahari Cell”, di bilangan Jalan Soetomo Rembang menilai, kondisi ekonomi daerahnya masih tertinggal jauh dari kabupaten-kabupaten tetangga.

Buktinya, menurut dia, upah minimum kabupaten atau UMK Rembang masih di angka Rp1.408.000 atau terendah ketiga dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Apalagi, perekonomian daerah ini juga terancam oleh larangan cantrang.

“Hal yang perlu dibangkitkan lagi ya kondisi ekonominya. Apalagi UMK Rembang masih tertinggal dari daerah lain. Terlebih, cantrang akan dilarang, sedangkan sektor perikanan menjadi salah salah penggerak roda perekonomian,” katanya.

Karjani, seorang warga lain berasal dari Desa Karangsekar Kecamatan Kaliori berpendapat, infrastruktur di daerah pelosok Kabupaten Rembang perlu dibangkitkan dari kondisinya yang masih buruk, salah satunya infrastruktur jalan.

Namun ia mengapresiasi kondisi sosial antarwarga di daerah ini, yang terbilang kondusif. Ia berharap, isu-isu antitoleransi dan antipluralisme tetap tidak berkembang di Kabupaten Rembang, seperti yang terjaga pada saat sekarang.

“Infrastrukturnya itu yang harus ditingkatkan lagi. Masih banyak kondisi jalan di desa-desa yang masih rusak. Kalau hubungan pergaulan antarwarga yang berbeda agama masih baik-baik saja. Semoga Rembang tetap kondusif,” katanya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, hari jadi merupakan momentum tepat untuk menjadikan Rembang sebagai kabupaten maju dan sejahtera. Menurutnya, kemajuan harus dimulai oleh semua golongan di daerah ini.

“Kalau hanya Pemerintah, tidak bisa. Untuk menjadikan Rembang maju; masyarakat, Pemerintah, dan semua lapisan harus bergerak bersama,” ujarnya saat menjadi inspektur upacara Hari Jadi ke-276 Rembang di alun-alun setempat.

Sebelumnya, ia mengklaim kondisi ekonomi Rembang akan segera tumbuh seiring gencarnya aliran investasi seperti pabrik semen, pabrik gula, pabrik sepatu, dan pabrik ternak ayam di daerah ini.

Soal infrastruktur jalan, Hafidz menjanjikan bahwa pada 2018 tidak akan ada lagi jalan yang berlubang. Saat sekarang, memang masih banyak kondisi jalan yang rusak, terutama ruas pengubung antarkecamatan.

Seusai upacara, para petinggi kabupaten ini menggelar kirab budaya mulai dari kawasan alun-alun hingga depan Stadion Krida Rembang. Bupati dan wakilnya tampak turun dari kereta kuda guna menyapa warga.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan