Dewan Pendidikan belum Terima Fasilitas dari Pemkab

Selasa, 12 Desember 2017 | 10:26 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz usai melantik Dewan Pendidikan setempat. (Foto: rembangkab.go.id)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang belum mendapatkan fasilitas dari Pemerintah Kabupaten Rembang.

Padahal, mereka sudah dilantik 20 Oktober 2017 lalu.

Sampai Senin (11/12/2017) ini misalnya, Dewan Pendidikan belum mempunyai kantor yang jelas.

Pihak Pemerintah sempat menjanjikan tempat bekas kantor UPT Dinas Pendidikan Rembang.

Namun, itu pun belum kelihatan kejelasannya sampai sekarang.

Untuk sementara, Dewan Pendidikan menggunakan rumah dinas Bupati Rembang sebagai tempat rapat.

Ketua Dewan Pendidikan Ahmad Sururi mengatakan, pihaknya hanya mendapat biaya operasional dan supervisi, namun bukan gaji.

Sururi menolak ketika Dewan Pendikan disebut tidak berbuat apa-apa.

“Dewan Pendidikan mempunyai program 100 hari, antara lain audiensi dengan instansi terkait, Bupati, dan semua pemangku kebijakan,” katanya.

Ia menegaskan, walaupun anggaran minim, Dewan Pendidikan tetap bekerja secara profesional.

“Kita malah sering mengeluarkan uang dari kantong sendiri untuk rapat-rapat,” katanya.

Terakhir, Dewan Pendidikan sempat melakukan pendalaman terhadap dugaan pungutan liar yang terjadi di salah satu SMP di Sedan.

“Kita sudah ketemu dengan Kepala Sekolah dan kroscek ke beberapa wali murid untuk mencari data pendukung (Pungli, red.). Jadi kami tidak pasif,” katanya.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, Dewan Pendidikan diharapkan bisa menghasilkan kualitas pendidikan yang lebih baik.

Menurutnya, ada empat fungsi Dewan Pendidikan yang sangat berpengaruh bagi dunia pendidikan di kabupaten, di antaranya fungsi rekomendasi kepada Bupati.

“Terutama untuk pertimbangan pengambilan kebijakan-kebijakan, controling, supporting, dan fungsi evaluasi,” katanya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan