Gerak Jalan Semen Indonesia Diwarnai Demonstrasi Tolak Pabrik

Minggu, 27 Oktober 2013 | 19:10 WIB
Sekitar seribu orang warga mendatangi tapak pabrik PT Semen Indonesia (Persero), Minggu (27/10) pagi. Mereka berunjuk rasa menolak rencana pendirian pabrik semen. (Foto:Dlun

Sekitar seribu orang warga mendatangi tapak pabrik PT Semen Indonesia (Persero), Minggu (27/10) pagi. Mereka berunjuk rasa menolak rencana pendirian pabrik semen. (Foto:Dlun)

GUNEM, MataAirRadio.net – Sekitar seribu orang warga dari Desa Bitingan Kecamatan Sale dan dari Desa Suntri, Tegaldowo, Timbrangan, Pasucen, serta Kajar Kecamatan Gunem mendatangi tapak pabrik PT Semen Indonesia (Persero), Minggu (27/10) pagi. Mereka berunjuk rasa menolak rencana pendirian pabrik berkapasitas tiga juta ton semen per tahun itu.

Massa datang ke lokasi tapak pabrik di wilayah Desa Kadiwono Kecamatan Bulu, dengan diangkut 12 truk. Para penolak pendirian pabrik semen ini sebelumnya berkumpul terlebih dulu di kawasan Pasar Desa Tegaldowo. Massa sempat bersitegang dengan aparat karena dihalang-halangi masuk ke areal tapak pabrik.

Saat itu, di lokasi setempat memang sedang berlangsung pengundian hadiah dari kegiatan gerak jalan yang digelar oleh PT Semen Indonesia. Maka begitu demonstran merangsek masuk ke areal tapak pabrik, pengundian hadiah yang baru sebentar berlangsung ini, dihentikan. Aparat dari Kepolisian maupun TNI tampak segera sigap melakukan pengamanan.

Sumarno, koordinator aksi kali ini, menantang pihak Semen Indonesia untuk beradu pendapat dengan warga. Mereka meyakini penambangan dan pendirian pabrik semen akan merusak sumber daya air serta potensi pertanian di wilayahnya. Massa pun meminta pihak Semen Indonesia untuk menengok sumber air yang baru ditemukan warga di areal bakal lokasi penambangan bahan baku semen.

Massa juga kembali menyoal dirusaknya sebagai kawasan hutan untuk pendirian pabrik semen. Meski pihak Semen Indonesia menyatakan telah mengganti luasan hutan yang akan dipakai untuk keperluan penambangan dan pabrik semen, demonstran tetap menginginkan rencana tersebut dihentikan.

Menurut Sumarno, dampak nyata sebelum berdirinya pabrik semen adalah kekisruhan di masyarakat. Mereka merasa diadu domba antar-warga sendiri. Tak jarang warga yang menolak rencana pendirian pabrik semen, diteror dengan cara-cara premanisme.

Sebagian warga yang menolak eksplorasi oleh pabrik semen menilai, pihak perusahaan nyaris tidak melibatkan suara masyarakat dalam hal penyusunan rencana besar tersebut. Massa mengancam akan terus menolak bahkan dengan kekuatan lebih besar, jika pabrik semen tetap nekat beroperasi.

Sementara itu, Camat Gunem Teguh Gunawarman yang turut meredam demonstrasi, berjanji untuk memfasilitasi pertemuan antara warga penolak rencana pendirian pabrik semen dengan pihak perusahaan. Menurutnya, tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya, selagi dibicarakan dengan baik.

Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan pun mengaku siap mengawal aspirasi warga. Menurutnya, jika memang pendirian pabrik semen mengebiri hak warga, pihaknya juga siap menolak rencana tersebut. (Nugroho Ghozali)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan