Pancaroba Mengundang Serangan Demam Berdarah Dengue di Sulang

Selasa, 16 Oktober 2012 | 17:29 WIB

SULANG – Pergantian musim kemarau ke penghujan mulai mengundang serangan demam berdarah dengue (DBD). Di Desa Seren, Kecamatan Sulang misalnya. Penyakit yang terjadi akibat serangan virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti itu, telah memaksa beberapa anak menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Reporter MataAir Radio, Selasa pagi, mendatangi Desa Seren. Jagabaya desa setempat, Sutarji, menyatakan, demam berdarah menjadi ancaman menakutkan bagi sebagian warganya. Apalagi, anak dari salah seorang warganya nyaris menjadi korban jika saja tidak segera tertolong. Warga seketika was-was apabila anak mereka tiba-tiba panas.
Sutarji juga terpaksa mengamarkan salah seorang anaknya di ruang flamboyan RSUD dr R Soetrasno Rembang, lantaran dinyatakan dokter mengidap gejala demam berdarah.
Tak hanya warga yang cemas, para guru taman kanak-kanak (TK) dan SD yang ada di desa itu pun turut khawatir. Winarti, seorang guru TK Mardi Siwi Desa Seren, mengakui, lantaran ada seorang anak didiknya yang baru saja pulih dari perawatan DBD, ia pun menjadi sering mengingatkan siswanya akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Winarti pun berharap pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang segera turun tangan melakukan pengasapan untuk meredakan serangan nyamuk aedes aegypti.

Pancaroba Mengundang Serangan Demam Berdarah Dengue di Sulang
[google-map-v3 width=”350″ height=”350″ zoom=”12″ maptype=”roadmap” mapalign=”center” directionhint=”false” language=”default” poweredby=”false” maptypecontrol=”true” pancontrol=”true” zoomcontrol=”true” scalecontrol=”true” streetviewcontrol=”true” scrollwheelcontrol=”false” draggable=”true” tiltfourtyfive=”false” addmarkermashupbubble=”true” addmarkermashupbubble=”true” addmarkerlist=”-6.7559412,111.3316995{}firstaid.png{}Pancaroba Mengundang Serangan Demam Berdarah Dengue di Sulang Rembang” bubbleautopan=”true” showbike=”false” showtraffic=”false” showpanoramio=”false”]

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan