Debt Collector Dilarang Sita Paksa Motor Kreditan Di Jalan

Senin, 16 April 2018 | 19:44 WIB

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso menyatakan melarang para debt collector menyita paksa motor kreditan di jalan.

“Penyitaan paksa motor kreditan di jalan bisa digolongkan sebagai perampasan, sehingga dapat dipidana,” kata Kapolres kepada mataairradio, Senin (16/4/2018).

Kapolres menjelaskan, meski tidak ada aturan jelas, dealer atau gerai penjualan sepeda motor atau mobil, boleh mempekerjakan debt collector guna mengatasi potensi kredit macet.

Namun, ia mewanti-wanti debt collector supaya tidak melakukan penyitaan secara paksa di jalanan.

“Kami mengikuti pola kerja debt collector dalam mengatasi kredit sepeda motor bermasalah,” katanya.

Menurut Pungky, debt collector mengantongi daftar plat nomor dari sepeda motor bercicilan macet.

Selanjutnya, para debt collector ini memantau jalanan. Bila mendapati sepeda motor yang dimaksud, maka mereka melakukan penyitaan secara paksa.

“Guna menghindari pidana perampasan, kami menyarankan kepada debt collector untuk mendatangi saja rumah nasabah kredit macet, dengan mengajak Ketua RT atau polisi,” katanya.

Itu pun, Kapolres mengingatkan debt collector agar menunjukkan surat resmi dari perusahaan. Surat ini menurutnya penting untuk menghindari pelaku pidana menyaru debt collector.

Kapolres menambahkan, antara debitur dan kreditur terikat perjanjian fidusia. Ia pun menyarankan agar debitur membayar angsuran tepat waktu dan tidak menjual motor sebelum lunas.

Pihaknya beberapa kali menerima aduan tentang penyitaan paksa motor kreditan di jalan oleh debt collector. Namun dari beberapa aduan, belum ada yang sampai berujung proses hukum.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan