DBD Renggut Nyawa Bocah di Cabean Bulu

Minggu, 10 Februari 2013 | 15:08 WIB

BULU, MataAirRadio.net – Demam berdarah dengue kembali merenggut satu nyawa. Kali ini, seorang anak berusia enam tahun warga RT 1 RW 2 Desa Cabean Kecamatan Bulu menemui ajalnya setelah dijangkiti virus dengue yang ditularkan nyamuk aedes aegypti.

Berdasarkan informasi yang dihimpun reporter MataAir Radio, Minggu (10/1), bocah tersebut bernama Jamaludin bin Juremi. Jamaludin masuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr R Soetrasno Rembang pada Sabtu pagi 9 Februari kemarin.

Menurut Syarkowi, seorang tokoh masyarakat Desa Cabean yang juga tetangga korban, Jamaludin masuk ke rumah sakit dengan kondisi yang terbilang kritis. Darah sudah keluar dari hidung korban.

Sebelum dilarikan ke rumah sakit, keluarga mengira Jamaludin hanya panas biasa. Keluarga baru sadar anaknya terjangkit demam berdarah dengue setelah mendapati kondisi Jamaludin parah. Jamaludin menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu siang kemarin sekitar pukul 13.30 WIB.

Menurut tokoh masyarakat Desa cabean, Syarkowi, serangan demam berdarah dengue yang berujung pada meninggalnya korban baru kali ini terjadi. Meski demikian, beberapa warga sempat dibuat terbaring menjalani perawatan medis, akibat serangan nyamuk aedes aegypti dalam kurun belakangan ini.

Syarkowi juga mengatakan, pascameninggalnya Jamaludin akibat serangan DBD, warga di desanya menjadi berhati-hati. Pengasapan atau fogging untuk membasmi nyamuk aedes aegypti dewasa juga diharapkannya dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang.

Berdasarkan catatan yang dihimpun reporter MataAir Radio, kasus DBD yang berujung pada kematian Jamaludin adalah yang kali pertama di awal 2013 ini. Tahun 2012 lalu, enam orang meninggal dunia akibat serangan demam berdarah dengue. Sementara pada 2011, tiga orang menemui ajal juga lantaran DBD.

Pemerintah Kabupaten Rembang meminta warga mengintensifkan penerapan pola 3M-Plus, yakni menguras bak mandi minimal seminggu sekali, menutup tempayan atau tempat penampungan air, dan menimbun barang-barang bekas, serta menggunakan kelambu saat tidur atau memakai obat anti nyamuk. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan