120 Orang Warga Rembang Mengidap HIV/AIDS

Senin, 3 Desember 2012 | 18:18 WIB


REMBANG – MataAirRadio.net, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang mencatat hingga November 2012, 120 orang warga kabupaten ini mengidap HIV/AIDS, salah satunya adalah anak berusia dua tahun.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Aris Suryono kepada reporter MataAir Radio, Senin (3/12) menyebutkan, dari 120 orang itu, 36 di antaranya positif diserang HIV dan 84 lainnya sudah menderita AIDS.

Namun, menurut Aris yang didasarkan pada pendapat WHO, pada setiap temuan penderita HIV/AIDS, ada sekitar 100 kasus yang belum ditemukan. Itu artinya, ada 12.000 potensi kasus HIV/AIDS di Kabupaten Rembang.

Dengarkan rekaman di sini.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Aris Suryono menyebutkan, ibu rumah tangga merupakan kelompok pengidap HIV/AIDS terbanyak, disusul kemudian pekerja seks komersial, sopir, pelaut, dan karyawan.

Karena itu, pihaknya berharap setiap orang menerapkan rumus ABCDE. A, abstain dari selingkuh bagi yang sudah bersuami-istri; B, berperilaku setia dengan pasangan; C, cegah dengan memakai kondom; D, dihindari penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang; dan E, edukasi melalui petugas konseling.

Aris juga mengatakan, akses terhadap obat bagi penderita memang masih terbatas diperoleh di rumah sakit dr Soewondo di Kabupaten Pati. Namun, penderita yang membutuhkan diharapkan tidak malu untuk mengakses obat jenis AVR itu melalui Dinas Kesehatan setempat.

Dengarkan rekaman di sini.

Sementara itu, dari 120 pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Rembang itu, empat orang di antaranya sudah terenggut nyawanya. Pengidap HIV/AIDS saat ini tersebar di hampir semua kecamatan, namun Rembang, Lasem, Sale, dan Kragan menjadi yang terbanyak diserang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan