Darurat Beres, Warga Tegalgeneng Menanti Jembatan Permanen

Minggu, 26 Juni 2016 | 12:38 WIB
Jembatan darurat berbahan bambu yang menghubungkan Dukuh Tegalgunung dengan Desa Sale, sudah bisa dilalui warga per Sabtu (25/6/2016) sore kemarin. Jembatan berbahan beton sebelumnya, ambruk setelah diterjang banjir bandang pada 18 Juni lalu. (Foto: Pujianto)

Jembatan darurat berbahan bambu yang menghubungkan Dukuh Tegalgunung dengan Desa Sale, sudah bisa dilalui warga per Sabtu (25/6/2016) sore kemarin. Jembatan berbahan beton sebelumnya, ambruk setelah diterjang banjir bandang pada 18 Juni lalu. (Foto: Pujianto)

 

SALE, mataairradio.com – Warga Desa Sale Kecamatan Sale bersama komponen pemerintah mulai desa hingga kabupaten serta unsur Polri, TNI, dan pramuka, menuntaskan pembangunan jembatan darurat Tegalgeneng, Sabtu (25/6/2016) kemarin.

Minggu (26/6/2016) pagi, 57 keluarga atau sekitar 235 jiwa warga di RT 4 RW 3 Dukuh Tegalgunung sudah bisa mengakses pusat Desa Sale, dengan tanpa berjalan memutar melintasi hutan sejauh sekitar dua kilometer.

Jembatan darurat terbuat dari bambu diyakini mampu dipakai secara sementara oleh warga pascabencana banjir bandang 18 Juni lalu, hingga nanti harapan masyarakat agar jembatan permanen berbahan beton dibangun, terwujud.

“Kami berterima kasih atas respon cepat dari Pemerintah. Namun warga tetap berharap jembatan baru, jembatan permanen, seperti sebelumnya,” ujar Kepala Desa Sale Sujarwo.

Ia mengaku sudah mengusulkan pembangunan jembatan permanen kepada Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Pemerintah Kecamatan Sale pada masa APBD-Perubahan 2016, sekitar bulan September mendatang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Suharso membenarkan sudah adanya pengajuan dari desa guna pembangunan jembatan permanen.

“Sudah ada juga koordinasi dari Camat Sale menyangkut jembatan permanen. Diusulkan anggaran Rp300 juta melalui APBD Perubahan 2016 untuk kepentingan tersebut,” ujarnya didampingi Camat Sale, Kunardi.

Ia juga menyebutkan, selain membantu pembuatan segera jembatan darurat berbahan bambu, BPBD juga mengucurkan bantuan berupa 300 kilo beras, 60 dus mie instan, dan 60 paket kebutuhan dapur.

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto yang turun ke lapangan memantau pembuatan jembatan darurat Tegalgeneng mengapresiasi kerja cepat dari banyak pihak guna pemulihan pascabencana banjir.

“Kami tahu secara cepat mengenai kejadian bencana di Sale ini dari layanan WA. Reaksi kami juga cepat dengan koordinasi bersama banyak pihak. Ini soal jembatan permanen kita upayakan lewat Perubahan. Yang penting akses ekonomi warga jalan lagi,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan