Dandung Diduga Kabur ke Jakarta

Kamis, 29 Agustus 2013 | 15:58 WIB

kasus-korupsi
REMBANG, MataAirRadio.net – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Dandung Dwi Sucahyo diduga kabur ke Jakarta. Sejak dinyatakan buron mulai 26 Agustus kemarin, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar senilai Rp7,8 miliar itu, tidak ditemukan berada di kabupaten ini.

Sampai dengan Kamis (29/8) siang, aparat kepolisian yang turut serta memburu Dandung belum berhasil menangkap pejabat asal Desa Dorokandang Kecamatan Lasem ini. Padahal pencarian sudah disisir di sejumlah tempat. Selain di kediamannya, polisi juga turut memburu Dandung hingga ke Ngargomulyo Lasem, di tempat saudaranya.

Kasatreskrim Polres Rembang Ajun Komisaris Polisi Joko Santoso mengungkapkan, jajarannya pun sempat menyambangi sebuah rumah di Sale yang diduga sebagai tempat persembunyian buron kejaksaan ini. Namun informasi terakhir yang diterimanya, Dandung sudah kabur ke Jakarta. Mengenai benar atau tidaknya informasi tersebut polisi terus menyelidikinya.

Sementara itu, Koordinator Lembaga Study Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Rembang Bambang Wahyu Widodo menilai, jika Dandung benar kabur ke Jakarta, itu berarti yang bersangkutan semakin jelas kelihatan tidak taat hukum.

Bambang berharap Dandung segera menyerahkan diri agar kasus yang membelitnya segera tuntas. Menilik informasi terakhir mengenai keberadaan tersangka, dirinya pun ragu dengan komitmen pengacara Dandung yang sanggup menghadirkan kliennya di hadapan penyidik kejaksaan Senin (2/9) depan.

Bambang juga menanggapi kabar pesiun dini yang diajukan Dandung. Menurutnya, jika Bupati sampai menyetujui permohonan tersangka, maka ada nilai etis masyarakat yang dilanggar. Apalagi sebagai pejabat pembina kepegawaian, Bupati mestinya memberikan hukuman disiplin kepada bawahannya yang tersangkut proses hukum.

Dandung Dwi Sucahyo diduga terlibat skandal korupsi pengadaan buku ajar tahun 2010. Dia dan sekretarisnya, Bambang Joko Mulyono ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang dinilai merugikan negara hingga empat miliar rupiah tersebut.

Bambang Joko sendiri sudah ditahan sejak 17 Januari lalu dan sedang diadili di Pengadilan Tipikor Semarang. Oktober mendatang, vonis terhadap terdakwa rencananya akan dijatuhkan majelis hakim. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan