Dandim Tak Mau TMMD hanya Hasilkan Bangunan Fisik

Kamis, 3 Mei 2018 | 18:28 WIB

Penutupan TMMD Sengkuyung I 2018 di Desa Lodan Wetan Kecamatan Sarang, Kamis (3/5/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

SARANG, mataairradio.com – Komandan Kodim 0720 Rembang Letnan Kolonel Arh Andi Budi Sulistianto berharap agar program tentara manunggal membangun desa (TMMD) tidak hanya menghasilkan bangunan fisik.

Saat menutup program TMMD Sengkuyung I 2018 di Desa Lodan Wetan Kecamatan Sarang, Kamis (3/5/2018) pagi, Dandim berharap agar tentara manunggal membangun desa juga aktif membangun karakter bangsa.

“Karakter bangsa penting, terutama bagi generasi muda. Sebab dengan membangun karakter mereka, para pemuda akan menjadi generasi yang kompetitif dan memiliki kemandirian,” katanya.

Penutupan TMMD Sengkuyung I 2018 dihadiri oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz dan wakilnya Bayu Andriyanto serta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah setempat. TMMD Lodan Wetan dibuka 4 April lalu.

Saat pembukaan dulu, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, TMMD tahap pertama diarahkan untuk pembangunan infrastruktur, fasilitas umum, dan tatanan sosial. TMMD juga guna membuka isolasi antardesa.

“Kami berharap agar program TMMD mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan sanitasi sehingga tidak lagi terjebak kekumuhan serta gerakan masyarakat hidup sehat (Germas),” tandasnya.

Pembangunan fisik yang dikerjakan melalui TMMD di Lodan Wetan antara lain rabat beton sepanjang 315 meter dengan lebar 2,5 meter. Selain itu, pembangunan jalan makadam dengan panjang 1.275×2,5 meter.

Gorong-gorong, pos Kamling, serta tebing juga turut ditangani dengan program TMMD. Adapun anggaran untuk kegiatan fisik TMMD di Lodan Wetan sebesar total Rp367 juta, sedangkan non-fisik Rp70 juta.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan