Cuaca Masih Buruk, Nelayan Curi-curi Kesempatan Melaut

Senin, 6 Februari 2017 | 14:04 WIB

Perahu milik nelayan kecil di Perairan Laut Rembang labuh karena cauca buruk laut dalam beberapa hari terakhir. (Foto: Pujianto)

 

KALIORI, mataairradio.com – Sejumlah nelayan di wilayah Kecamatan Kaliori terpaksa curi-curi kesempatan melaut karena cuaca masih buruk seperti saat sekarang.

Mereka terpaksa melaut agar kebutuhan hidup keluarga tetap terpenuhi. Mereka mengakui, pilihan melaut saat cuaca buruk berisiko lantaran mengancam keselamatan jiwa.

Syobikhin, salah seorang nelayan di Desa Tunggulsari Kecamatan Kaliori mengatakan, nelayan yang melaut ketika cuaca buruk, rawan pulang dengan tanpa hampa.

“Namun, akhir-akhir ini, nelayan yang ‘nyolong-nyolong’ melaut dapat lumayan tangkapan udang. Ada yang dapat 5-10 kilogram. Harganya Rp50.000 lebih,” katanya.

Menurutnya, dampak cuaca buruk terhadap penghasilan nelayan, dirasakan hampir tiap tahun. Biasanya, mereka baru akan bisa melaut secara normal saat musim timuran tiba.

Kepala Satuan Polisi Perairan pada Kepolisian Resor Rembang Inspektur Satu Sukamto membenarkan, cuaca laut masih buruk. Ombak di laut kini masih setinggi 0,5-1,5 meter.

“Angin juga masih kencang antara 10-16 knot. Cuaca laut masih belum menguntungkan bagi nelayan. Apalagi cuaca semacam itu kerap berubah sewaktu-waktu,” ujarnya, Senin (6/2/2017).

Ia mengaku melarang nelayan melaut dalam kondisi cuaca yang buruk seperti sekarang. Namun ia tak kuasa menghalangi nelayan yang nekat melaut karena mencari nafkah.

“Kami patroli rutin untuk mengimbau nelayan agar kalau pun nekat melaut; hati-hati. Seminggu dua kali kami patroli. Itu juga melihat cuaca baik dulu,” tandasnya.

Menurutnya, berdasarkan prakiraan cuaca rilisan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca buruk laut akan berakhir di awal Maret mendatang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan