Cantrang Dilarang, Nelayan Mengamen di Jalanan

Rabu, 10 Januari 2018 | 15:37 WIB

Puluhan nelayan ramai-ramai mengamen di Jalan Pantura kawasan Perempatan Pasar Pentungan Rembang, Rabu (10/1/2018) siang. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Puluhan nelayan ramai-ramai mengamen di Jalan Pantura kawasan Perempatan Pasar Pentungan Rembang, Rabu (10/1/2018) siang.

Aksi “ngamen” bersama ini sebagai bentuk kritik nelayan kepada Pemerintah atas pelarangan penggunaan jaring cantrang mulai 1 Januari 2018.

Damin, warga Kelurahan Pacar Kecamatan Rembang menyatakan, nelayan akan benar-benar jadi pengamen jalanan, bila cantrang tetap dilarang.

“Pemerintah biar tahu, kalau cantrang terus-terusan dilarang, warganya akan seperti ini (mengamen, red.),” katanya kepada mataairradio.

Ia menegaskan aksinya bersama nelayan lainnya ini bukan main-main, apalagi settingan. Ia berharap kepada Pemerintah agar melegalkan cantrang, karena perpanjangan saja tidak cukup.

Terkait aksi ini, Kasatlantas Polres Rembang AKP Ariakta Gagah Nugraha mengatakan, tidak menerima pemberitahuan.

“Kami tidak menerima pemberitahuan. Polres pun saya yakin juga tidak menerima laporan,” katanya.

Ia pun menyebut aksi ini liar. Namun untuk sementara pihaknya belum akan menertibkan, tetapi bukan berarti polisi mengizinkan.

Kasatlantas menyatakan akan lebih dulu berkoordinasi dengan fungsi lainnya seperti Satuan Sabhara dan Intel serta Kepala Bagian Operasional, untuk mengambil tindakan.

“Nanti kalau sudah ada lampu hijau dari pimpinan, pasti kita tertibkan. Apalagi jika sudah menggangu lalu lintas,” katanya.

Sementara itu, selain aksi mengamen di jalanan, pihak nelayan dikabarkan masih akan melanjutkan niatnya untuk berunjuk rasa di Jakarta pada 17 Januari mendatang.

Mereka menuntut Pemerintah melegalkan cantrang. Di sisi lain, Pemerintah melalui Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melarang karena penggunaan cantrang dinilai merusak ekosistem laut.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan