Camat Laporkan Kasus Kades Sendangwaru Ke Bupati

Senin, 25 Februari 2013 | 15:37 WIB
Warga mendatangi kantor desa menuntut  kepala desa, Nur Wahyudi mundur.

Warga mendatangi kantor desa menuntut kepala desa, Nur Wahyudi mundur.

KRAGAN, MataAirRadio.net – Pemerintah Kecamatan Kragan akhirnya melaporkan kasus dugaan penyelewengan dana desa oleh Kepala Desa Sendangwaru, Nur Wahyudi kepada Bupati Rembang, Senin (25/2) pagi.

Selain dikirimkan ke Bupati, pihak Pemerintah Kecamatan Kragan juga akan memberikan laporan serupa kepada Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang.

Camat Kragan Mashadi kepada reporter MataAir Radio mengungkapkan, dalam laporan itu pihaknya antara lain mencantumkan tuntutan warga Desa Sendangwaru yang menginginkan kepala desanya mundur.

Mashadi kembali menegaskan, meskipun Nur Wahyudi telah menyatakan siap mundur apabila tidak bisa mengembalikan dana desa yang dipakainya sebagaimana tuntutan warga, namun itu tidak bisa serta merta melengserkan seorang kepala desa.

Menurut Camat, tindak lanjut atas laporan tersebut tidak pada kewenangannya. Nasib Nur Wahyudi bergantung pada kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Rembang.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Pemerintahan Desa pada Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang Gunari mengatakan, pihaknya belum menerima kembali laporan dari Pemerintah Kecamatan Kragan terkait kasus Kades Sendangwaru.

Sebenarnya Pemerintah Kecamatan Kragan sudah memberikan laporan terkait kisruh di Sendangwaru kepada pihaknya pada Sabtu 23 Februari kemarin. Namun karena laporan kurang lengkap, pihak kecamatan direkomendasikan melengkapi sekaligus meneruskannya ke Bupati. Pihaknya menegaskan siap berkoordinasi dalam penyelesaian kasus tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga Desa Sendangwaru Kecamatan Kragan, Jumat 22 Februari lalu, kembali mendatangi kantor desa setempat untuk menuntut sang kepala desa, Nur Wahyudi mundur dari jabatannya.

Warga menduga Nur Wahyudi telah menggunakan uang administrasi pencalonan perangkat desa dan lelang aset desa pada 2011 serta menyelewengkan alokasi dana desa tahun 2012, untuk keperluan pribadi. (Ilyas Almustofa)




One comment
  1. are fandi

    Maret 2, 2013 at 11:29 am

    Masih banyak kades-kades yang berprilaku seperti kades sendang waru ,ini kurang tegasnya saat monitoring suatu proyek misal ADD yang hanya melihat spjnya saja tanpa mau melihat langsung ke lokasi

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan