Calon “Tunggal” Wajib Raup 50 Persen Lebih Pengguna Hak Pilih

Selasa, 29 November 2016 | 15:33 WIB
Isi dari Surat Edaran Bupati Rembang Nomor 141/2568/2016 tanggal 28 November 2016 tentang Penetapan Calon Kepala Desa Terpilih, sekaligus meralat edaran sebelumnya, SE Bupati Rembang Nomor 141/2528/2016 tanggal 25 November 2016. (Foto: Pujianto)

Isi dari Surat Edaran Bupati Rembang Nomor 141/2568/2016 tanggal 28 November 2016 tentang Penetapan Calon Kepala Desa Terpilih, sekaligus meralat edaran sebelumnya, SE Bupati Rembang Nomor 141/2528/2016 tanggal 25 November 2016. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang merilis aturan anyar mengenai penetapan calon kepala desa terpilih terhadap calon kades yang hanya satu pada Pilkades serentak pada hari Rabu Wage, 30 November 2016.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang Akhsanuddin mengatakan, calon kades tunggal bisa ditetapkan sebagai calon kepala desa terpilih, jika meraup suara lebih dari 50 persen dari jumlah pemilih yang telah menggunakan hak pilihnya.

Ketentuan tersebut berdasarkan Surat Edaran Bupati Rembang Nomor 141/2568/2016 tanggal 28 November 2016 tentang Penetapan Calon Kepala Desa Terpilih, sekaligus meralat edaran sebelumnya, SE Bupati Rembang Nomor 141/2528/2016 tanggal 25 November 2016.

“SE sebelumnya, jika calon hanya satu karena mundur atau meninggal dunia, penetapan calon kades terpilih dapat ditetapkan jika mendapatkan lebih dari 50 persen dari suara sah, tapi SE baru; diubah menjadi lebih dari 50 persen dari yang telah menggunakan hak pilih,” katanya.

Ia menjelaskan, penerbitan surat edaran tersebut merupakan diskresi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang, dengan mengacu pada peraturan menyangkut pemilihan kepala daerah, yang menggunakan ketentuan demikian.

Akhsanuddin menyebutkan, dari 43 desa yang akan menggelar Pilkades secara serentak, ada tiga desa yang calon kadesnya hanya satu lantaran satu calon lainnya memilih mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai calon oleh Panitia Pilkades tingkat desa.

“Yang calonnya praktis tinggal satu yaitu Desa Kuangsan Kecamatan Kaliori, Desa Gedangan Kecamatan Rembang, dan Desa Pandangan Wetan Kecamatan Kragan. Setiap calon yang mundur, telah membayar sanksi berupa uang yang senilai bantuan pilkades untuk desa itu,” tandasnya.

Ia juga menjelaskan, terhadap calon kades tunggal yang tidak berhasil mendapatkan suara lebih dari 50 persen dari jumlah pemilih yang telah menggunakan hak pilihnya, maka penetapan calon kepala desa terpilih tidak dapat ditetapkan.

“Soal selanjutnya apakah dilakukan Pilkades ulang dan tentang bagaimana mekanismenya, kami masih mengkajinya berdasarkan petunjuk yang terkini dari Pemerintah Pusat. Aturan dari Pusat tentang Pilkades masih bersifat umum, sedangkan kami perlu petunjuk lebih teknis,” katanya.

Ia memastikan, SE terbaru tersebut sudah didistribusikan kepada setiap Camat dengan ditembuskan kepada Panitia Pilkades tingkat Kabupaten,
Panitia Pengawas Pilkades tingkat Kecamatan, dan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Rembang.

Secara keseluruhan, menurutnya, persiapan pelaksanaan Pilkades terpantau sudah siap, misalnya tampak dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sudah berdiri di masing-masing desa penyelenggara, berikut foto calon kades di lokasi pemungutan suara.

43 desa yang akan melaksanakan Pilkades serentak dengan rincian tiga desa di Kecamatan Rembang, Lasem (2), Sluke (1), Kragan (7), Sarang (3), Sedan (4), Sale (3), Pamotan (5), Pancur (2), Bulu (1), Gunem (3), Sulang (1), Sumber (3), dan Kaliori (5).

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan