Calon Gagal Perangkat Desa Geruduk Gedung DPRD

Kamis, 14 Desember 2017 | 18:19 WIB

uluhan orang yang merupakan calon gagal perangkat desa berasal dari Kecamatan Sarang menggeruduk gedung DPRD Kabupaten Rembang pada Kamis (14/12/2017) siang. (Foto : Muhammad Siroju Munir)

 
REMBANG, mataairradio.com – Puluhan orang yang merupakan calon gagal perangkat desa berasal dari Kecamatan Sarang menggeruduk gedung DPRD Kabupaten Rembang pada Kamis (14/12/2017) siang.

Mereka mengadukan dugaan kecurangan dalam seleksi pengangkatan perangkat desa yang dikerjasamakan dengan pihak STIE Semarang. Menurut mereka ada yang tidak wajar dalam hasil seleksi tertulis.

Ahmad Riza, calon gagal dari Desa Temperak mengaku menemukan nilai yang tidak masuk akal. Dari enam peserta yang lolos menjadi perangkat, nilai tes tulisnya di atas 55, bahkan ada yang mendapat 57.

“Padahal jumlah soal tes tertulis 60. Artinya, jumlah soal yang salah jawab hanya tiga. Sementara, mereka itu dinilainya memiliki kemampuan pas-pasan, bahkan cenderung kurang karena sering bergaul,” terangnya.

Muhammad Widad, calon gagal lainnya dari Desa Bonjor mengaku mengadukan dugaan kecurangan dalam seleksi pengangkatan perangkat desa karena sempat mendengar ada orang tua yang keceplosan.

Orang tua dari peserta yang lolos seleksi, namun tidak disebutkan namanya oleh Widad ini, mengaku menjual sebidang tanah untuk biaya anaknya yang maju seleksi menjadi perangkat desa.

“Persoalan ini, menjadi perguncingan hangat di masyarakat. Saya berharap DPRD, Polres, dan Kejaksaan, serta Bupati Rembang merespon adauan (Kejanggalan Tes Calon Perangkat Desa, red) kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rembang Gunasih menyatakan mendapat banyak pengaduan dari masyarakat mengenai indikasi dugaan kecurangan dalam pengangkatan perangkat desa.

Atas dugaan dari masyarakat di Kecamatan Sarang ini, pihaknya berjanji menindaklanjuti dengan memanggil para pihak yang terkait, di antaranya Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Rembang.

“Jika berdasarkan kajian dan penyelidikan pihak yang berwenang ternyata terbukti ada kecurangan, maka seleksi pengangkatan perangkat desa mesti diulang, dan praktis hasil yang sebelumnya dibatalkan,” pungkasnya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan