Cakades Doropayung Protes Baliho Lawan ada Konten Kampanye

Senin, 14 Oktober 2019 | 20:25 WIB
“Wegah ganti lurah, lurah lawas wis genah”, tulisan yang tercantum di baliho milik calon Kades Petahana di Desa Doropayung-Pancur, dipermasalahkan.

PANCUR, mataairradio.com – Salah satu calon Kades di Desa Doropayung Kecamatan Pancur bernama Ahmad Sumaedi protes karena baliho atau poster dari lawannya berisi konten kampanye.

Padahal dalam aturan di Perbup Nomor 24 Tahun 2019 menyatakan, tahapan kampanye baru dimulai pada tanggal 3-4 November 2019 mendatang.

Dirinya mempermasalahkan tulisan “Wegah ganti lurah, lurah lawas wis genah” yang tercantum di baliho milik calon Kades Petahana itu.

Sumaedi mengaku sudah protes ke panitia Pilkades dan panitia pengawas tingkat kecamatan, namun belum mengetahui pihak mana yang berwenang untuk menertibkan baliho dengan konten kampanye tersebut.

Pihaknya akan terus melakukan protes hingga ada tindakan oleh pihak yang berwenang, sebab hal tersebut sudah tertuang dalam peraturan yang berlaku.

“Saya dan tim sudah protes, tapi belum tahu wewenang penertiban ada pada siapa. Ya kalau belum diturunkan kami akan terus protes. Masa aturan dibuat untuk dilanggar,” tegasnya.

Salah satu panitia Pilkades Doropayung yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku sudah menerima protes dari Sumaedi.

“Kami belum bisa mengambil keputusan penertiban. Kami secepatnya akan meminta petunjuk ke pihak Panwas Kecamatan,” terangnya.

Ansori Kepala Seksi (Kasi) Tata Pemerintahan di Kecamatan Pancur yang juga sebagai salah satu anggota Panitia Pengawas Kecamatan mengatakan, tahapan kampanye Pilkades baru dimulai 3-4 November 2019 mendatang.

Sedangkan, saat ini masih tahapan sosialisasi sehingga yang boleh dipasang oleh Calon Kades atau panitia pilkades hanyalah nomor urut, nama, dan foto dari Calon Kades.

“Hal tersebut tertuang di Surat Edaran Camat Nomor 141/795/2019 tentang pemasangan gambar calon kades,” ungkapnya.

Peraturan tersebut merupakan hasil dari rapat koordinasi yang diikuti seluruh Panwas Kecamatan se-Kabupaten Rembang, pada tanggal 7 Okteber 2019 kemarin.

Ia mengaku, pihak kecamatan sudah memberikan surat edaran kepada seluruh panitia Pilkades supaya aturan tersebut tidak dilanggar.

Disinggung wewenang penertiban baliho dengan konten kampanye, Ansori menegaskan bahwa itu ranah panitia Pilkades.

“Untuk menghindari gesekan antarpendukung Calon Kades, kami akan mengunjungi sejumlah Kandidat Kades, untuk menjelaskan isi surat edaran,” katanya.

Terkait baliho yang terlanjur dipasang, namun ada konten kampanye, dirinya memberikan solusi supaya ditutupi dengan isolasi sehingga tulisan yang ada di baliho tidak nampak.

“Bisa ditutupi dengan lakban (isolasi) kok mas. untuk antisipasi gesekan antar pendukung calon kita akan datang ke rumah Cakades dan menjelaskan aturannya,” ujarnya.

Sementara itu Sutanto, Calon Kepala Desa Doropayung yang disebut memasang baliho dengan konten kampanye, saat dihubungi reporter mataairradio.com menyatakan, akan secepatnya menutup baliho miliknya yang memuat konten kampanye.

“Kita sudah membuat baliho sebanyak 15 buah dengan ukuran 4×5 meter dan semuanya memang memuat konten tulisan kampanye,” pungkasnya.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor : Mukhammd Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan