Buruh Pabrik Tepung Ikan Tercebur Limbah Panas

Rabu, 30 Maret 2016 | 19:22 WIB
Sunyoto (30) warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke ketika dirawat di RSUD dr R Soetrasno akibat celaka lantaran terpeleset jatuh dan tercebur ke kolam limbah panas di pabrik tepung ikan PT Holimina Jaya di wilayah Desa Balongmulyo Kecamatan Kragan, Rabu (30/3/2016) siang. (Foto: Pujianto)

Sunyoto (30) warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke ketika dirawat di RSUD dr R Soetrasno akibat celaka lantaran terpeleset jatuh dan tercebur ke kolam limbah panas di pabrik tepung ikan PT Holimina Jaya di wilayah Desa Balongmulyo Kecamatan Kragan, Rabu (30/3/2016) siang. (Foto: Pujianto)

 

KRAGAN, mataairradio.com – Seorang buruh pada pabrik tepung ikan PT Holimina Jaya di wilayah Desa Balongmulyo Kecamatan Kragan tercebur kolam limbah panas saat bekerja pada Rabu (30/3/2016) siang.

Sekujur tubuh kecuali bagian kepalanya melepuh seperti luka bakar. Korban diketahui bernama Sunyoto (30) warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke.

Suparno, seorang pegiat lingkungan yang kebetulan sedang berada di lokasi pabrik itu untuk mengecek tanaman penghijauan mengaku mengetahui kronologi kejadian nahas ini.

“Ketika itu saya diberi tahu oleh seorang satpam pabrik bahwa ada buruh yang mengalami kecelakaan kerja. Terpeleset jatuh dan tercebur di kolam limbah panas,” katanya.

Dari pengamatannya, kolam limbah itu itu berkedalaman 1 meter dengan lebar dan panjang masing-masing sekitar 2 meter.

Akibat luka bakar sekitar 80 persen pada tubuhnya, korban yang sebelumnya dirawat di Puskesmas Kragan, dirujuk ke RSUD dr R Soetrasno untuk mendapat perawatan yang lebih intensif.

“Saya tadi sempat memberi saran kepada pihak perusahaan agar bertanggung jawab kepada korban dengan memberi santunan,” tandasnya.

Pihak PT Holimina Jaya divisi tepung ikan menyatakan akan melakukan dulu pendataan terhadap administrasi korban guna memproses pemberian santunan atas kecelakaan kerja tersebut.

Pihak perusahaan belum memberikan penjelasan kronologi kasus tersebut versi mereka.

Hanya saja, dari informasi yang dihimpun di lapangan, korban tiba-tiba begitu saja terpeleset. Korban juga sempat berteriak-teriak meminta tolong sebelum diselamatkan oleh sebagian buruh yang lain.

Sunyoto hanya mengatakan, mungkin hari itu menjadi hari nahasnya sehingga celaka.

Atas kasus kecelakaan kerja tersebut, pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rembang belum memberikan tanggapan.

Hanya saja, rekan-rekannya sesama buruh berharap agar perusahaan menanggung seluruh biaya pengobatan terhadap korban sampai pulih.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan