Bupati Tempati Rumdin Wabup, Bayu: Nggak Masalah

Kamis, 7 April 2016 | 19:11 WIB
Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang yang kini dihuni oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz. (Foto: radior2b.com)

Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang yang kini dihuni oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz. (Foto: radior2b.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz masih menempati rumah dinas wakil bupati di ruas Jalan Soetomo. Rencana Pemkab Rembang membangun rumah dinas bagi bupati masih belum tampak dimulai.

Ditemui seusai menghadiri Musrenbang Kabupaten Rembang di Gedung DPRD setempat, Kamis (7/4/2016) Hafidz mengungkapkan pembangunan rumah dinas bagi bupati baru akan dilakukan pada bulan Mei mendatang.

“Saat ini, perencanaannya sudah hampir selesai. Anggarannya Rp5,4 miliar,” ungkapnya.

Soal masih adanya pro dan kontra penggusuran lapangan tenis untuk pembangunan rumah dinas bupati, baginya tak masalah. Lapangan tenis itu akan dipindahkan ke Kompleks Senkuko RBSJ di daerah Tireman-Rembang.

“Iya. Ditanya masyarakat soal (menghuni rumah dinas wakil bupati) itu. Saya jawab apa adanya. Kalau harus laju dari Pamotan, tidak efektif. Apalagi banyak tamu,” terangnya.

Selain menanggapi pertanyaan mengenai rumah dinas bupati, pada kesempatan itu Hafidz memberikan klarifikasi soal keberadaan mobil dinas jenis Nissan Elgrand yang beberapa kali menjadi tunggangannya saat berdinas.

“Itu (Nissan Elgrand) bukan pengadaan baru, tetapi sisa yang lama,” tandasnya.

Namun ia tidak menjelaskan secara rinci mengenai kapan mobil dinas itu dibeli. Ia pun mengaku belum berpikir mengganti lagi mobil dinasnya paling tidak dalam waktu dekat.

“Bagi kami yang penting adalah mewujudkan amanah yang diberikan oleh 70 persen masyarakat (yang memilih pasangan Hafidz-Bayu pada Pilkada 2015),” terangnya.

Hafidz menyatakan tidak pernah dicandai oleh bupati lain di Jawa Tengah soal mobil tunggangan. Ia lebih melihat mobil dinas sebagai bagian etika.

“Kalau Pak Ganjar pakai Kijang (Innova), kami juga pakai yang sama,” tegasnya.

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto yang ditemui secara terpisah juga mengaku tidak berpikiran soal mobil dinas. Baginya mau diberikan ganti mobil dinas atau tidak, bukan masalah.

“Yang penting bagi kami adalah tidak kering ide menjawab harapan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengakui, mobil dinasnya yang Toyota Fortuner keluaran 2008, pegasnya sudah tidak normal. Tapi ia mengaku tidak mau berpikir tentang simbol atau mobil dinas.

“Soal rumah dinas (yang kini dihuni oleh bupati), nggak masalah. Saya bisa tinggal di rumah sendiri. Hotel saya, saya pakai rumah dinas juga bisa,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan