Bupati Silakan Proses Hukum Kasus Kasek Pukuli Guru

Kamis, 15 Juni 2017 | 14:13 WIB

Ilustrasi. SMP Negeri 3 Rembang. (Foto dikutip dari laman http://pintar.jatengprov.go.id)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan mempersilakan apabila kasus pemukulan terhadap seorang guru di SMP Negeri 3 Rembang oleh kepala sekolah setempat hendak diproses secara hukum.

“Kalau dari kedua pihak memang tidak mau dimediasi, ya saya minta segera diproses (hukum) saja. Tapi kalau semua ‘nglenggono’ untuk menyelesaikan secara kekeluargaan silakan saja,” kata Bupati pada Kamis (15/6/2017) siang.

Ia juga menyatakan kecewa berat karena ada insan pendidik yang semestinya menjadi panutan, justru berlaku mencoreng wajah dunia pendidikan, sekaligus mengecewakan masyarakat dan berdampak buruk bagi warga sekolah.

“Terlepas dari faktor apa yang membuat sampai terjadi persoalan itu, kami tidak terima kalau di lokasi sekolahan berbuat seperti itu. Apapun alasannya tidak dibenarkan karena itu akan mencoreng dunia pendidikan,” tandasnya.

Dalam hal mediasi, Bupati menyatakan tidak akan proaktif, tetapi diserahkan kepada pihak yang terlibat. Upaya pembinaan tetap dilakukan, sedangkan penyelesaian persoalan ini termasuk jika lewat jalur hukum, pihaknya menyilakan.

Seorang guru sekaligus wali kelas VIII-A di SMP Negeri 3 Rembang Suharno dipukuli oleh kepala sekolahnya, Sutiyono pada Senin pagi 12 Juni lalu sekitar pukul 08.00 WIB. Diduga, Sutiyono tak terima, perintahnya tak dipatuhi Suharno.

Suharno menyatakan, ketika itu, kepala sekolah tiba-tiba datang menghampiri ruang guru lalu membentaknya. Kepala Sekolah berharap Suharno ikut mendampingi para siswa untuk apel pengarahan akreditasi, di halaman sekolah.

“Waktu itu saya bilang ‘maaf Pak saya ditugasi urusan kesiswaan untuk ngedit foto-foto buat akreditasi besok (Selasa, 13/6/2017). Ternyata Pak Kepala Sekolah tidak bisa menerima itu dan langsung bilang ke saya ‘tak anjuti saiki?’,” tuturnya.

Menurutnya, selain karena harus memenuhi permintaan menyelesaikan pekerjaan menyunting foto guna akreditasi sekolah, pilihannya untuk tidak mendampingi apel juga karena budaya mendampingi apel menjadi urusan bagian kesiswaan.

“Selain itu, waktu itu ada wali kelas lain di Kelas VIII yang berada di ruang guru, ada lima orang dan tiga dari Kelas VII. Waktu saya dipukul sekali, Pak Kartoyo guru olahraga langsung narik Pak Kepala Sekolah, tapi beliau mukul lagi. Saya nggak sekalipun membalas,” katanya.

Setengah jam setelah kejadian pemukulan, Suharno menyatakan melaporkan insiden yang dialaminya ke Mapolres Rembang. Ia pun langsung diminta guna visum di RSUD dr R Soetrasno. Ia lebam dan benjol di kening kanan serta luka robek di depan telinga.

“Saya besok diundang jam 9 di kepolisian. Saya diperiksa sebagai korban. Dua saksi pun dimintai keterangan; Pak Kartoyo dan Pak Supardan. Pak Pardan ini juga di ruang guru dan sempat berusaha mencegah kepala sekolah mukul,” katanya.

Warga Perumahan Sumbermukti Indah ini menyatakan menutup pintu berdamai dengan Kepala Sekolah. Ia yang mengklaim didukung oleh mayoritas guru dan staf di sekolah itu memilih menyelesaikan persoalan tersebut secara hukum.

“Saya membawa kasus ini ke proses hukum karena dukungan dari teman guru maupun teman TU. 95 persen mendukung melaporkan tindakan Pak Kepala Sekolah ke Polres. Biar menjadi pembelajaran bagi semua pihak juga. Apalagi beliau temperamental,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Rembang Sutiyono belum memberikan penjelasan memadai mengenai persoalan ini ketika mataairradio.com menghubunginya via sambungan telepon untuk konfirmasi.

Ia hanya menyebut bila permasalahannya dengan Suharno yang juga merupakan mantan Kepala SMP Negeri 3 Rembang sudah ditangani oleh pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga setempat.

 

Sebelum dikonfirmasi lebih jauh mengenai lepas kontrol emosinya sehingga memukuli Suharno meski telah sempat dicegah oleh guru lain, wawancara via telepon itu terputus dan setelahnya Sutiyono tidak bisa lagi dikontak.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



2 comments
  1. Khoirul

    Juni 15, 2017 at 3:08 pm

    ini yang bener yang mana di tulis seperti ini
    “Seorang guru sekaligus wali kelas VIII-A di SMP Negeri 3 Sulang Suharno dipukuli oleh kepala sekolahnya, Sutiyono pada Senin pagi 12 Juni lalu sekitar pukul 08.00 WIB. Diduga, Sutiyono tak terima, perintahnya tak dipatuhi Suharno.”

    Reply
  2. Khoirul

    Juni 15, 2017 at 3:09 pm

    Seorang guru sekaligus wali kelas VIII-A di SMP Negeri 3 Sulang Suharno dipukuli oleh kepala sekolahnya, Sutiyono pada Senin pagi 12 Juni lalu sekitar pukul 08.00 WIB. Diduga, Sutiyono tak terima, perintahnya tak dipatuhi Suharno.

    Kok di tulis Sulang yang bener Rembang apa Sulang??

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan