Bupati Sempat Diperingatkan BPKP Karena Respon Lamban

Wednesday, 6 April 2016 | 16:50 WIB
Pelabuhan Tanjung Bonang Rembang (Foto: Print Screen Google Map)

Pelabuhan Tanjung Bonang Rembang (Foto: Print Screen Google Map)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz sempat diperingatkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Tengah karena lamban merespon hasil audit operasional atas persoalan Pelabuhan Rembang Terminal Sluke (Tanjung Bonang).

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Rembang Puji Santoso mengungkapkan hal itu pada Rabu (6/4/2016) pagi berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Bupati Abdul Hafidz di Ruang Rapat Bupati pada Selasa (5/4/2016) petang kemarin.

“Baru diperingatkan (BPKP) sekali,” ungkapnya.

Mengutip keterangan Bupati, ia membeberkan, laporan hasil audit operasional dari BPKP, sejatinya sudah turun pada 19 Februari 2016. Bupati diberi waktu hanya 10 hari untuk menindaklanjuti, tetapi tidak segera direspon.

“Tindak lanjut hasil audit baru dilakukan ke berbagai pihak, 30 Maret lalu,” terangnya.

Puji yang juga merupakan mantan Ketua Pansus Pelabuhan Tanjung Bonang mengungkapkan, BPKP memberikan lima rekomendasi terkait polemik di Pelabuhan Rembang Terminal Sluke.

“Di antaranya adalah agar Pemkab Rembang segera mengurus rencana induk pelabuhan (RIP),” tandasnya.

Terkait hal ini, Bupati menurut Puji, menyampaikan di rapat koordinasi itu bahwa sudah klir. Artinya, RIP sudah jadi. Bupati mengungkapkan bahwa RIP disusun oleh Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Rembang bersama pihak dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Selanjutnya, ia menjelaskan, RIP itu perlu dimintakan rekomendasi teknis ke Kementerian Perhubungan. Surat permintaan rekomendasi itu sedang diproses.

“Sekitar 1-2 minggu ke depan, rekomendasi teknis dari Kemenhub akan bisa diambil. Rekomendasi ini penting untuk persetujuan Gubernur karena status pelabuhan pengumpan regional,” tegasnya.

Rapat koordinasi antara pihak DPRD dengan Bupati Rembang dimulai pukul 14.00 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 17.00 WIB.

Selain para ketua fraksi di DPRD atau perwakilannya, hadir pula pimpinan dewan dan beberapa mantan anggota pansus pelabuhan.

Pihak DPRD mengapresiasi tindak lanjut hasil audit operasional Pelabuhan Rembang Terminal Sluke dari BPKP oleh Bupati Rembang, meski sempat tertunda.

Mereka berharap agar semua persoalan termasuk saling klaim lahan pelabuhan akan beres pada tahun ini.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan