Bupati Segera Berhentikan Sementara Kades Sumber

Jumat, 29 Desember 2017 | 23:58 WIB

Pada kesempatan gelar pengawasan daerah di Lantai IV Gedung Setda Rembang pada Selasa (21/11/2017), Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta kepada organisasi perangkat daerah (OPD) agar menindaklanjuti hasil rekomendasi BPK. (Foto: mataairradio.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan akan segera memberhentikan sementara Kepala Desa Sumber Kecamatan Sumber Sucipto.

“Hasil kajian dari Inspektorat sudah saya terima,” katanya.

Namun hingga Jumat (29/12/2017) ini, pemberhentian sementara terhadap Sucipto masih dalam proses.

Hafidz meyakini, pemberhentian sementara Kades Sumber tidak akan memicu kegaduhan.

“Saya sudah beberapa kali menegakkan aturan, dan tidak mengundang kisruh,” katanya.

Bupati yang dihubungi mataairradio juga mengatakan, kasus Kades Sumber menjadi pembelajaran penting bagi kepala desa lainnya.

“Saya harus tegas kepada siapapun yang melanggar aturan, termasuk orang dekat saya sendiri,” tegasnya.

Hafidz menyebut Sucipto merupakan pendukungnya saat maju mencalonkan diri sebagai bupati.

“Namun karena menyimpang, sanksi kepada Kades Sumber tetap harus dijatuhkan,” tandasnya.

Kepala Desa Sumber Sucipto diadukan warganya kepada polisi dan Inspektorat.

Diduga, ia memalsukan tanda tangan Plt Camat Sumber Kamdani untuk mencairkan dana desa.

Jumlah dana desa yang dicairkan dengan tanda tangan dan stempel palsu itu mencapai Rp320-an juta.

Uang hasil pencairan itu tidak dipakai untuk kepentingan desa, tetapi diselewengkan.

Kasus Kades Sumber Sucipto ternyata tidak hanya itu.

Menurut pihak Inspektorat, pelaksanaan dana desa pada tahun 2015-2016, ternyata juga belum beres.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan