Bupati Sedih Berita Kamera di Toilet Wanita Merebak

Kamis, 17 Maret 2016 | 18:59 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Bupati Rembang Abdul Hafidz. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan sedih atas merebaknya pemberitaan seputar temuan spy pen camera di toilet wanita di Lantai III Gedung Setda setempat.

Pemkab Rembang merasa terguncang dengan pemberitaan di berbagai media dalam dua hari terakhir.

Berbicara sebagai inspektur upacara bendera di Halaman Kantor Bupati Rembang pada Kamis (17/3/2016), Hafidz juga menyatakan menyayangkan perbuatan itu, sekaligus menyebutnya sebagai perilaku yang tidak bermoral.

“Terlepas dari apapun motivasinya, kami menyayangkan kejadian seperti itu,” katanya.

Menurut Hafidz, perbuatan memasang spy pen camera di toilet wanita; apalagi di kantor pusat pemerintahan daerah, tidak bisa ditolerir.

“Kami akan mempertajam pengusutan terhadap temuan kamera pengintai dalam bentuk pulpen di toilet wanita di Lantai III Gedung Setda Rembang,” terangnya.

Bupati berjanji memberikan tindakan secara tegas kepada pelaku pemasang spy pen camera yang diduga merupakan oknum pegawai negeri sipil di lingkungan pemkab.

“Kepada setiap PNS agar bahu membahu, bersama-sama menjadi abdi negara yang baik,” ajaknya.

Pada kesempatan itu, Bupati Rembang mengingatkan pula bahwa seorang aparatur negara mesti bisa menjadi contoh bagi masyarakat, baik pada saat menjalankan tugas dinas maupun ketika berada di tengah masyarakat.

“Para PNS juga mesti selalu hadir melayani masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, spy pen camera yang ditemukan dan diamankan oleh salah seorang PNS di DPPKAD Rembang pada Senin sore 14 Maret kemarin telah diperiksa oleh petugas dari Dishubkominfo.

Hasilnya, memori dari rekaman kamera itu diklaim telah rusak, meski sudah coba dibuka di banyak laptop.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan