Bupati Pasang Badan Perbaiki Kerusakan Jalur Alternatif

Selasa, 19 April 2016 | 15:32 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta keterangan dari pihak Bina Marga Provinsi Jawa Tengah ketika meninjau lokasi proyek pembongkaran dan perbaikan Jembatan Palan, Selasa (19/4/2016) pagi. (Foto: mataairradio.com)

Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta keterangan dari pihak Bina Marga Provinsi Jawa Tengah ketika meninjau lokasi proyek pembongkaran dan perbaikan Jembatan Palan, Selasa (19/4/2016) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz pasang badan atas kerusakan jalan jalur alternatif yang merupakan jalan poros Desa Pamotan Kecamatan Pamotan akibat pembongkaran dan perbaikan Jembatan Palan.

Sejak jembatan sepanjang 30 meter dibongkar, sepeda motor dan mobil pribadi dari arah Rembang diarahkan lewat selatan Koramil Pamotan-Mudal dan tembus di depan Pasar Hewan Pamotan.

Bisa pula memanfaatkan timur Balai Desa ke selatan, tembus di belakang Masjid Pamotan. Untuk kendaraan truk di bawah 10 ton, bisa lewat jalur Pamotan-Sedan-Pandangan atau Sedan-Kragan.

Namun, bagi truk truk besar di atas 10 ton, harus melalui akses Sale-Jatirogo, Tuban, Jawa Timur. Truk tronton dan sejenisnya dilarang lewat Jalur Sedan-Pandangan atau Sedan-Kragan, atas pertimbangan kondisi jembatan tidak kuat.

Ditemui para pewarta seusai meninjau secara langsung kondisi terkini jalan di jalur alternatif serta proyek pembongkaran dan perbaikan Jembatan Palan Hafidz berjanji akan memperbaiki jalan alternatif poros kampung tersebut.

“Kalau (soal) jalan alternatif, kita akan tanggung jawab. Kami bebankan APBD, karena desa tidak mampu,” ujarnya usai peninjauan lapangan, Selasa (19/4/2016) pagi.

Ia mengakui, kondisi jalan di jalur alternatif, sudah hancur. Sementara arus kendaraan yang bermuatan 20-30 ton, menurutnya, juga keberatan jika harus lewat Jalur Jatirogo-Bulu.

“(Perbaikan jalan alternatif) Akan kita biayai dengan APBD Perubahan 2016,” bebernya menjanjikan.

Hafidz yang juga dikonfirmasi soal pungutan dari kelompok warga Desa Pamotan terhadap pengguna jalan, menyebut aksi yang demikian hanya untuk perbaikan cepat dan sementara atas kerusakan jalan alternatif.

“Itu tarikan untuk memperbaiki sementara saja. Dan itu cuma dapat berapa,” tandasnya.

Ia menyebutkan, perbaikan jalan alternatif yang rusak akibat dilintasi para pengguna jalan dari arah Sedan maupun sebaliknya, dari arah Rembang, di Desa Pamotan membutuhkan anggaran Rp500-600 juta.

“Nanti kita hotmix sekalian. Tidak ada istilah penetrasi dan sejenisnya,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati berharap agar lama pengerjaan proyek pembongkaran dan perbaikan Jembatan Palan bisa lebih cepat dari jadwal semestinya, 6 bulan atau hingga November mendatang.

“Kita komunikasikan (dengan rekanan) bagaimana 4-5 bulan jadi. Karena ini mengganggu. Supaya bisa dipercepat,” harapnya.

Mengenai jembatan darurat setapak, Hafidz yang tercatat sebagai warga Desa Pamotan menyatakan sudah mulai dibikin pada Selasa (19/4/2016) ini.

“Jalan (jembatan) setapak minggu ini jadi. Kemarin memang belum ada anggaran, tapi melihat perkembangan, perlu ada jembatan bagi pejalan kaki,” katanya meyakinkan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan