Bupati Lantik Joestinnarni sebagai Kepala Dinas Perkim

Selasa, 17 April 2018 | 18:04 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz melantik Joestinnarni sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) setempat, Selasa (17/4/2018) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz melantik Joestinnarni sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) setempat, Selasa (17/4/2018) pagi.

Pelantikan digelar di Lantai IV Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang.

Joestinnarni “menyingkirkan” dua nama lain yang diserahkan terakhir oleh Pansel Lelang Jabatan kepada Bupati, yaitu Agus Iwan Haswanto dan Prastiyo.

Bupati menjelaskan, dipilihnya Joestin antara lain karena keilmuan dan pengalaman.

“Beliau ini sudah lama di dinas pekerjaan umum dan sebelum ini adalah Plt Kepala Dinas Perkim,” terangnya ketika dikonfirmasi mengenai alasannya memilih Joestinnarni.

Pelantikan segera pejabat definitif Kepala Dinas Perkim, menurutnya, agar proses pembangunan fisik tidak terganggu.

“Dinas Perkim menjadi tumpuan pelaksanaan kegiatan fisik dari OPD lain. Butuh legalisasi dari Perkim. Makanya, segera kita lantik Kepala Dinas Perkim,” jelasnya.

Sementara itu, Joestinnarni menyatakan akan langsung fokus menuntaskan perencanaan kegiatan fisik setelah dilantik.

“Beberapa kegiatan pembangunan banyak yang masih dalam tahap perencanaan,” ujarnya.

Meski demikian, Joestin optimistis, pelaksanaan kegiatan fisik yang ada di lingkup dinasnya tidak akan sampai terlambat.

“Sebelum akhir tahun, sudah akan bisa diselesaikan secara optimal,” tandasnya.

Selain Kepala Dinas Perkim, pagi itu, Bupati juga mengambil sumpah jabatan delapan orang pejabat pengawas dan 18 orang pejabat fungsional.

Perkim merupakan dinas baru amanat Perda tentang OPD yang efektif per 1 Januari 2017.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan