Bupati Klarifikasi Pelantikan Pejabat OPD 2 Januari

Senin, 2 Januari 2017 | 19:38 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz melantik pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) baru, Senin (2/1/2017) pagi. Ada 553 pejabat yang dikukuhkan, diambil sumpah, dan dilantik. (Foto: Pujianto)

Bupati Rembang Abdul Hafidz melantik pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) baru, Senin (2/1/2017) pagi. Ada 553 pejabat yang dikukuhkan, diambil sumpah, dan dilantik. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan klarifikasi seputar pelantikan pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) anyar yang dilakukan baru pada 2 Januari 2017.

Sebelumnya, Anggota DPRD Rembang Puji Santoso menilai Bupati telah melanggar peraturan daerah yang mengamanatkan pengisian OPD baru mesti dilakukan sebelum atau maksimal 1 Januari 2017.

“Dasar kita adalah ketika Bupati mengajukan surat ke Mendagri guna mendapat persetujuan pelantikan, ada petunjuk yang kuat dijawab bahwa (pelantikan) maksimal tanggal 2,” kata Bupati.

Selain dasar tersebut, dari surat keputusan pelantikan pejabat pimpinan tinggi, administrator, dan pengawas di Pendapa Museum Kartini, Senin (2/1/2016) pagi, juga terungkap tanggal penetapan 30 Desember 2016.

“Kami memilih tanggal 2 hari Senin Kliwon sebagai ilmu titen. Kami tidak meyakini tetapi itu ilmu titen dari orang-orang tua. Jika Senin Kliwon itu orangnya jujur, cerdas, dan berinovasi. Sebagai motivasi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati mengatakan pula bahwa sejak 1 Januari 2017 tidak ada lagi sebutan pegawai negeri sipil (PNS) tetapi sudah ganti ASN atau aparat sipil negara.

Bupati Rembang Abdul Hafidz melantik pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) baru, Senin (2/1/2017). 553 pejabat dikukuhkan, diambil sumpah, dan dilantik.

Rinciannya 21 orang pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II), 130 orang pejabat administator (Eselon III), dan 402 orang pejabat pengawas (Eselon IV).

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan