Bupati Ingatkan Sekda Anyar Tidak Overlap

Rabu, 14 Desember 2016 | 12:32 WIB
Sekda Rembang yang baru Subakti seusai dilantik oleh Bupati Rembang di Pendapa Museum Kartini, Rabu (14/12/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

Sekda Rembang yang baru Subakti menandatangani naskah pelantikan di hadapan Bupati Rembang di Pendapa Museum Kartini, Rabu (14/12/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz mengingatkan Sekretaris Daerah (Sekda) anyar Subakti agar tidak overlap dalam menjalankan tugasnya sebagai “istri” kepala daerah.

“Hari ini saya punya istri lagi. Istri pertama Pak Wakil Bupati, yang kedua Sekda. Tugasnya berbeda, tetapi tanggung jawab sama. Saya cari uang, Pak Bakti yang masak. Jangan overlap,” katanya pada sambutan Pelantikan Sekda Rembang, Rabu (14/12/2016).

Hafidz menekankan, sebagai “istri”, maka tidak boleh melangkahi “suami” (Bupati, red.). Menurutnya jika hal itu dilakukan maka akan berbahaya dan pasti menimbulkan masalah.

“Istri tidak boleh melangkahi suami. Bahaya. Porsinya beda. Saya pegang kebijakan, Sekda merumuskan dan mengoordinasikan kebijakan. Jika lebih dari itu, pasti masalah. Jangan ada overlap. Mana tugas suami, mana tugas istri,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengungkapkan perbedaan pelantikan Sekda kali ini, dengan yang sebelumnya. Dahulu hanya Kepala SKPD yang diundang, sekarang ada dari pihak desa dan perbankan juga.

“Pakaiannya juga tidak berjas, tetapi batik. Memang tidak ada aturan baku harus pakai jas. Kita pakai batik karena kita punya Lasem yang ikon batik. (pakai batik) Ini sederhana, tapi kelihatan mewah,” tandasnya.

Subakti diangkat sebagai Sekda Rembang setelah melalui beberapa tahapan seleksi. Ia tidak mendaftar sendiri, tetapi juga ada lima pesaingnya; Noor Effendi, Agus Setyo HP, Wartono, Waluyo, dan Abdullah Zawawi.

Sebelumnya, Pemkab Rembang menunjuk panitia seleksi terdiri atas tiga orang dari pihak Undip Semarang, seorang psikolog, dan seorang lagi dari unsur Pemerintah Provinsi Jateng, dalam hal ini Kepala Bakorwil I Jawa Tengah Suko Mardiono.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan