Bupati Bantah Pembuatan Trotoar karena Dekat Rumahnya

Tuesday, 14 November 2017 | 16:50 WIB

Pembuatan trotoar sepanjang 730 meter, mulai dari SMP Negeri 1 Pamotan hingga kawasan Koramil setempat. (Foto: mataairradio.com)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan pembuatan trotoar sepanjang 730 meter, mulai dari SMP Negeri 1 Pamotan hingga kawasan Koramil setempat murni untuk kepentingan pembangunan.

Ia membantah pembuatan trotoar berikut penataan drainase di sepanjang tepi jalan setempat, karena mentang-mentang melalui kawasan rumah pribadinya di sebelah utara Makoramil Pamotan, sehingga perlu dijelaskannya.

“Kenapa dibuat di bagian barat, bukan karena mentang-mentang dekat rumah Bupati terus ditata, sedangkan yang lain tidak; itu karena ada fungsi solusi penanganan banjir,” katanya saat kegiatan Dinamika Pembangunan di Pamotan, Selasa (14/11/2017).

Bupati menekankan, jika musim hujan, daerah antara Koramil sampai Kantor Kecamatan Pamotan sering banjir. Hafidz optimistis, jika aliran air dipecah ke berbagai saluran, maka banjir tidak akan sampai menggenang.

“Rehabiltasi trotoar ini selain untuk keindahan kota juga untuk mengurangi banjir. Yudit untuk saluran airnya berstandar SNI, didatangkan dari Tangerang. Diperkirakan 30 tahun tidak rusak,” kata Bupati di acara itu.

Ia menambahkan, untuk bagian timur, trotoar tidak dipasang yudit, namun cukup diberi paralon karena dekat dengan sungai, sehingga air akan langsung dialirkan ke sungai. Proyek ini menelan anggaran Rp2,3 miliar.

“Pembuatan trotoar nantinya akan dilanjutkan ke selatan di tahun 2018. Anggaran yang disiapkan oleh Pemkab Rembang sekitar tiga miliar rupiah,” pungkasnya pada kesempatan itu.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan