Buntut Teror Bom Surabaya, Intelijen Daerah Kumpul

Selasa, 15 Mei 2018 | 16:48 WIB

Kepala Seksi Politik Dalam Negeri dan Hubungan Antar Lembaga pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Rembang, Indah Arum Yuati. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Intelijen daerah di Kabupaten Rembang berkumpul menyikapi kasus teror bom di Surabaya.

Pertemuan dilakukan pada Senin (14/5/2018) kemarin di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) setempat.

Kepala Seksi Politik Dalam Negeri dan Hubungan Antarlembaga pada Kantor Kesbangpol Kabupaten Rembang Indah Arum Yuati membenarkan, pertemuan memang menyikapi terorisme.

“Selain kasus teror bom di Surabaya, pertemuan komunitas intelijen daerah (Kominda) ini juga menyikapi situasi dan kondisi terkini Kabupaten Rembang, terutama menjelang Ramadan,” katanya.

Pertemuan membahas pula organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang belum terdaftar di Kesbangpol, sehingga pergerakan anggota Ormas sulit dipantau.

Namun Arum tidak menyebutkan organisasi mana saja yang belum terdaftar. Ia hanya berharap kepada masyarakat agar kritis terhadap organisasi yang berkembang di masyarakat.

“Masyarakat agar mempertanyakan badan hukum organisasi. Terdaftar atau belum. Kesbangpol meminta Ormas melaporkan kegiatan sekaligus kepengurusan dan alamat sekretariat,” terangnya.

Ia menambahkan, radikalisme mengatasnamakan agama termasuk pula yang dibahas dalam pertemuan komunitas intelijen daerah, kemarin (14/5/2018).

Forum pun membincangkan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Meskipun HTI sudah secara resmi dibubarkan oleh Pemerintah, tetapi para pengikutnya bisa saja masih berkegiatan di Rembang,” imbuhnya.

Dalam hal HTI, Arum menegaskan akan memantau secara intensif. Jika ternyata masih ditemui berkegiatan, Pemerintah akan menindak tegas.

Sementara itu, hingga 2018, tercatat 120 organisasi yang terdaftar di Kantor Kesbangpol Kabupaten Rembang.

“Sebagian dari organisasi itu akan habis masa surat keterangan terdaftarnya pada tahun ini, sehingga wajib mengurus perpanjangan,” tegasnya.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santosa menyatakan mengawasi organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila seperti HTI di daerah ini.

“Kami bekerjasama dengan seluruh lapisan untuk mengamankan Indonesia dari gerakan anti-NKRI dan Pancasila,” ujarnya.

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan