Bulog Kesulitan Serap Gabah Panen Petani pada Januari

Senin, 29 Januari 2018 | 17:05 WIB

Gudang Bulog Rembang dipenuhi truk pengangkut beras, baik pemasok maupun pengeluar stok, Selasa (22/3/2016). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Badan Urusan Logistik (Bulog) kesulitan menyerap gabah hasil panen petani pada bulan Januari 2018.

Pasalnya, harga gabah kering panen di tingkat petani lebih tinggi ketimbang harga pembelian Pemerintah (HPP) yang sementara berlaku.

Harga gabah kering panen di tingkat petani kini Rp4.600 per kilogram.

Sementara HPP yang dipakai Bulog untuk melakukan penyerapan masih sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2015, yaitu Rp3.700 per kilo untuk gabah kering panen dan Rp7.300 per kilo untuk beras.

Wakil Kepala Perum Bulog Subdivre II Pati Rindo Saputra mengaku, pihaknya dalam proses penyerapan gabah dari petani. Namun diakuinya, penyerapan masih menggunakan HPP lama.

“Harga yang terkini masih belum turun. Prinsipnya penyerapan memakai HPP Rp3.700 per kilo. Kalau ada petani yang mau jual gabahnya ke Bulog, kami senang hati,” katanya.

Tarjono, salah seorang mitra Bulog di Rembang mengaku belum bisa memasok beras ke gudang.

Pasalnya, harga gabah kering panen di tingkat petani masih tinggi.

“Senin (29/1/2018) ini, harganya masih Rp4.600-Rp4.700 per kilo. Bahkan yang bersih bisa di atas Rp5.000,” katanya kepada mataairradio.

Ia mengaku sudah menyerap gabah panen terkini. Namun belum dari Rembang sendiri, tetapi dari daerah Pati.

Sementara ini, ia menyerap sekitar 40 ton untuk sekali penjemuran.

Dari jumlah itu, belum ada yang masuk ke Bulog. Diakuinya, harga Bulog masih Rp3.700.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang Suratmin mengusulkan kenaikan HPP untuk gabah dan beras pada tahun ini.

Usulan kenaikan ini merespon tingkat inflasi serta upaya meningkatkan kesejahteraan dan nilai tukar petani di daerah.

Suratmin berharap, HPP gabah kering panen ditentukan di atas Rp4.000 per kilo.

Dengan tingkat harga ini, ia juga berharap nilai tukar petani di Kabupaten Rembang akan bertambah dari 98 menjadi di atas 100.

Harga gabah pun akan sebanding dengan hasil pertanian lain.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan