BPS Rembang mulai Sensus Ekonomi Lanjutan 2017

Tuesday, 1 August 2017 | 16:26 WIB

Ilustrasi

 

REMBANG, mataairradio.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang mulai melakukan sensus ekonomi lanjutan tahun 2017, Selasa (1/8/2017), sebagai kelanjutan sensus ekonomi tahun 2016.

Kepala BPS Kabupaten Rembang Amirudin menjelaskan, sensus ekonomi lanjutan 2017 akan menyasar perusahaan dalam skala menengah-besar dan usaha mikro kecil, termasuk SPBU dan toko modern.

“Untuk usaha menengah besar di luar sektor pertanian akan kita datangi untuk disensus, sedangkan UMK akan kita sampling. Tetapi untuk UMK seperti SPBU, Indomart, dan Alfamart kita sensus,” katanya.

Pihaknya mengerahkan 107 petugas lapangan guna melakukan sensus ekonomi lanjutan yang akan berlangsung selama dua bulan atau sampai 30 September 2017. Mereka sebelumnya dilatih di Kudus.

“Setiap dari mereka dibebani tugas secara relatif antara 60-80 perusahaan. Tidak ada ketentuan harus yang mana dulu, misalnya pengusaha besar atau pengusaha kecil dulu,” katanya kepada mataairradio.com.

Amirudin juga menjelaskan, sensus dilakukan antara lain untuk memperoleh profil atau karakteristik usaha di Indonesia, dalam hal ini di Kabupaten Rembang dan memberikan informasi tentang level perusahaan.

“Selain itu juga agar dapat mengetahui daya saing bisnis di Indonesia atau wilayah di Jateng, struktur pengeluaran dan pendapatan perusahaan, gambaran permodalan, prospek, dan kendala perusahaan,” jelasnya.

Diterangkannya pula bahwa sensus ekonomi lanjutan 2017 dilakukan guna memperoleh data rinci usaha perusahaan sebagai bahan perencanaan pembangunan dan basis data survei lanjutan di bidang ekonomi.

“Kami berharap mendapat dukungan dari Pemkab Rembang termasuk dari jajaran organisasi perangkat daerah. Kita sudah berkirim surat ke Bupati dan para camat serta sudah didukung dari Apindo,” tandasnya.

Pihaknya mengimbau kepada dunia usaha agar tidak takut menghadapi sensus ekonomi lanjutan ini seperti takut rahasia perusahaan atau perpajakan terbongkar karena BPS merahasiakan data individu.

“BPS bisa dikomplain kalau data individu bocor. Ini untuk data statistik dan parameter, tidak ada individu. Jangan ada ketakutan soal pajak meskipun soal aset dan omzet ditanyakan. Perusahaan akan dapat manfaatnya,” paparnya.

Sebelumnya melalui sensus ekonomi tahun 2016, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang mencatat sebanyak 70.000-an usaha mikro, kecil, menengah, dan besar, kecuali usaha pertanian.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan