BPBD Rembang Beli Perahu Besi Hadapi Bencana

Rabu, 26 Oktober 2016 | 16:59 WIB
Kepala Seksi Logistik pada BPBD Kabupaten Rembang Ahmad Makruf. (Foto: Pujianto)

Kepala Seksi Logistik pada BPBD Kabupaten Rembang Ahmad Makruf. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang membeli perahu berbahan plat besi guna menghadapi potensi bencana alam pada tahun ini.

Perahu ini, menurut Kepala Seksi Logistik pada BPBD Kabupaten Rembang Ahmad Makruf, Rabu (26/10/2016) pagi, akan difungsikan untuk evakuasi ketika terjadi bencana, terutama di perairan.

“Kami beli ini satu set dengan nilai Rp25 juta. Kita adakan dengan dukungan dana dari APBD Induk Kabupaten Rembang. Kita beli pada Agustus lalu,” terangnya kepada mataairradio.com.

Ia mengatakan, bencana banjir berskala besar tidak rentan terjadi di Kabupaten Rembang tetapi pengadaan perahu tersebut dibutuhkan karena beberapa kasus orang tenggelam butuh perahu untuk evakuasi.

“Kami juga mendapat bantuan tambahan 50 rompi pelampung dari BNPB. Jadi, sekarang kita punya 75 rompi pelampung dan itu cukup untuk kebutuhan penyematan korban bencana perairan,” tandasnya.

Menghadapi potensi bencana pada tahun ini, pihaknya menambah masing-masing empat unit chainshaw dan mesin sedot, sehingga kini menjadi masing-masing tujuh unit.

“Kalau soal kerawanan bencana, kita masih longsor yang rawan. Ada lagi; angin kencang. Tetapi tidak rawan, hanya perlu diwaspadai saja,” kata Makruf yang didampingi Pramujo, Kepala Seksi Kedaruratan.

Bencana longsor rawan terjadi di wilayah Kecamatan Lasem, Sluke, Sedan, Pancur, dan Sale. Di Kecamatan Lasem misalnya, bencana longsor rentan di Desa Gowak, Ngargomulyo, dan Sendangcoyo.

Di Kecamatan Sluke, longsor masih rawan di daerah Rakitan, Sanetan, dan Labuhan Kidul, sedangkan di Kecamatan Sedan, tanah longsor rawan di Desa Lemahputih, Pacing, Kumbo, dan Dadapmulyo.

“Imbauan agar siap siaga dan waspada tanah longsor sudah kami berikan kepada warga melalui Camat dan para kepala desa. Imbauan juga kita sampaikan lewat spanduk-spanduk,” imbuhnya.

Sementara itu, mengenai hujan yang turun secara intens akhir-akhir ini, menurut Makruf, juga diikuti dengan cuaca buruk di Perairan Laut Jawa bagian utara karena ketinggian ombak mencapai tiga meter.

“Nelayan kita jadi khawatir celaka ketika hendak melaut. Di sisi lain, di Desa Karangharjo Kecamatan Kragan juga terjadi abrasi. Warga sudah minta 2.000 sak untuk diisi pasir guna penahan gelombang,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan