BPBD Klaim Belum Terima Laporan Abrasi Karangmangu

Jumat, 27 April 2018 | 18:19 WIB

Abrasi di Desa Karangmangu Kecamatan Sarang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang menyatakan belum mendapat laporan soal abrasi yang menghantam puluhan rumah warga di Desa Karangmangu Kecamatan Sarang.

Kepala Seksi Kedaruratan pada BPBD Kabupaten Rembang Pramujo mengatakan, jika sudah mendapat laporan, maka pihaknya pasti sudah turun lapangan, setidaknya untuk mengecek sejauh mana tingkat dampak abrasi yang terjadi.

Setelah mataairradio mengonfirmasi langkah BPBD terkait abrasi di Karangmangu, pihaknya berjanji untuk segera turun ke lapangan. Ia pun akan langsung menyiapkan penanganan secara darurat, seperti di Pantai Karangharjo dan Kragan.

“Di Karangharjo, Kragan, dan Karanglincak Kecamatan Kragan penanganan darurat kita lakukan dengan menumpuk karung berisi pasir dan kita tahan dengan rajek bambu,” katanya.

Sementara itu, disinggung mengenai kemungkinan penanganan abrasi dengan pembuatan break water atau pemecah gelombang, Pramujo mengatakan, kemungkinannya kecil. Penanganan terdahulu mengungkap, break water justru tertelan.

“Penanganan yang paling mungkin, menurutnya, adalah dengan tiang pancang. Hanya saja, biayanya besar,” katanya.

Apalagi, penanganan abrasi pada jarak 0 sampai 12 mil laut menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi sesuai UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Diberitakan sebelumnya, puluhan rumah warga di wilayah RT 4 dan RT 5 RW 2 Desa Karangmangu Kecamatan Sarang dihajar abrasi. Sebagian dari rumah-rumah itu bahkan sudah tergenang. Namun warga memilih bertahan. Tidak mau dievakuasi.

Kepala Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Jumali menyebutkan, rumah yang terkena abrasi sebanyak 20 unit. Namun melihat musim baratan yang akan segera datang, rumah terdampak abrasi bisa bertambah hingga 40-an unit.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan