BPBD: Jangan Terkecoh Hujan Dua Hari Terakhir

Kamis, 6 Agustus 2015 | 18:25 WIB
Ilustrasi. (Foto: mataairradio.com)

Ilustrasi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kepala Badan Pelaksana Harian BPBD Rembang Suharso menyatakan turunnya hujan dalam dua malam terakhir tidak bisa diartikan sebagai mulai berlakunya pergantian musim dari kemarau ke penghujan.

“Jadi jangan terkecoh. Dikira sudah dekat dengan musim hujan, lalu kembali seenaknya menggunakan air,” kata Suharso ketika dihubungi mataairradio.

Menurutnya, hujan dua hari terakhir merupakan bagian dari dampak Badai El Nino yang ditandai dengan peningkatan suhu di kawasan Samudera Pasifik di atas permukaan laut.

“Musim kemarau itu tidak berarti tidak ada hujan. (Hujan dua malam terakhir dan mendung sepanjang Kamis, 6/8/2015) Itu bukan pertanda musim hujan,” terangnya.

Dia menyebutkan, air permukaan di atas laut masih memunculkan uap sehingga menimbulkan awan hujan, yang bisa bergeser setiap saat, termasuk muncul di Rembang.

“Hujan di musim kemarau begini, sesekali masih ada. Hanya menurut BMKG, kemarau tahun ini akan berlangsung cukup panjang,” katanya.

Turunnya hujan selama dua malam terakhir disyukuri oleh para petani, khususnya mereka yang kini masih memiliki tanaman di lahan, seperti tembakau.

“Bersyukur sekali ada hujan. Paling tidak bisa mengurangi jatah beli air. Saya sudah empat kali beli air untuk mengairi tembakau. Per tangki Rp150 ribu,” ujar Siti, petani tembakau asal Desa Seren Kecamatan Sulang.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang Suko Mardiono menambahkan, hujan dua malam terakhir, memberikan berkah. Paling tidak dengan diguyur air hujan, debu jalan yang rusak tidak banyak berterbangan.

“Tetapi kami persilakan kepada BPBD untuk terus menyalurkan bantuan air bersih. Jika kurang kami akan koordinasi dengan provinsi. Jika kurang lagi kita akan usulkan tambahan lewat APBD Perubahan 2015,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan