Bocah SD Tewas Tenggelam di Embung Kalipang

Senin, 25 Juli 2016 | 18:59 WIB
Ilustrasi. (Foto: stluciatimes.com)

Ilustrasi. (Foto: stluciatimes.com)

 

KALIORI, mataairradio.com – Bocah 10 tahun yang tercatat sebagai siswa sekolah dasar di Dukuh Gingsir Desa Sidomulyo Kecamatan Kaliori ditemukan tewas tenggelam di Embung Kalipang desa setempat, Minggu (24/7/2016) petang kemarin.

Bocah itu bernama Mohamad Aji Prasetyo. Korban sempat diketahui bermain di embung tersebut bersama beberapa orang temannya sepulang dari madrasah.

Diduga, bocah ini terpeleset jatuh ke embung yang berkedalaman sekitar dua meter dan masih dalam tahap pembangunan itu. Mengetahui Aji tenggelam, teman-temannya berlarian ke permukiman meminta tolong warga.

Beberapa orang penduduk segera berlarian ke lokasi embung guna melakukan pencarian, hingga akhirnya berhasil menemukan Aji yang sudah tidak sadarkan diri.

Warga pun sempat memberikan pertolongan pertama kepada korban dengan cara membalikkan badan Aji agar air yang ditelan bisa keluar dari perutnya.

“Warga sempat melarikan korban ke Puskesmas. Namun, sampai di sana nyawa korban ternyata tidak bisa diselamatkan. Selanjutnya korban dibawa pulang dan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga malam itu juga,” tutur Kepala Desa Sidomulyo, Sukari.

Ia menegaskan, sesungguhnya anak-anak tidak diperbolehkan untuk mandi di lokasi tersebut, sehingga atas kejadian ini, pihaknya berencana memasang pagar keliling sebagai pengaman.

Kapolsek Kaliori AKP Sukiatno menyatakan tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan yang ditemukan pada jasad korban sehingga dipastikan Aji meninggal dunia karena tenggelam.

“Korban meninggal karena kehabisan oksigen lantaran tenggelam akibat tidak bisa berenang. Kami tidak menemukan tanda bekas kekerasan pada jasad korban,” ungkapnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan