Blanko e-KTP Habis, 22.000 Warga Rembang Pakai Suket

Jumat, 24 Maret 2017 | 13:08 WIB
berita rembang terbaru

Antrean pemohon e-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang, Selasa (20/9/2016). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sedikitnya 22.000 warga di Kabupaten Rembang hanya memakai surat keterangan alias Suket sebagai identitas kependudukan.

Pasalnya, hingga Jumat (24/3/2017), blanko elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP) di daerah ini habis dan belum ada kabar tentang kapan kembali tersedia.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang Daenuri menyebutkan, sekitar 22.000 pucuk Suket dikeluarkan sejak 5 Oktober 2016.

“Sekitar 22.000 Suket kita keluarkan sebagai penganti e-KTP untuk masyarakat yang sudah melakukan perekaman tapi blanko e-KTP nya belum ada,” ujarnya.

Menurutnya, Suket berkegunaan dan bermanfaat sebagaimana e-KTP, seperti guna kepentingan di bank atau keperluan lain yang membutuhkan e-KTP.

“Memang sempat ada bank yang menolak melayani pemilik Suket. Padahal Pimpinan bank di tingkat pucuk sudah kita pahamkan. Tapi akhirnya menerima,” tandasnya.

Atas kosongnya persediaan blanko e-KTP, Daenuri menyatakan sudah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Pusat, namun belum ada kabar kapan dikirim.

“Pusat belum bisa memastikan. Hanya yang kami dengar, sudah mulai tahap lelang, sehingga mungkin tidak lama lagi. Warga tak perlu resahlah,” pintanya.

Meskipun stok blanko e-KTP habis, pihak dinas tetap mengimbau kepada segenap masyarakat yang belum mengantongi kartu tanda penduduk agar mengurus.

“Masyarakat yang belum punya kartu tanda penduduk, tetap kami imbau untuk melakukan perekaman e-KTP. Jangan menunggu sampai blanko ada,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan