Berkas Salim Lengkap, Kejaksaan Tunggu Polda

Sabtu, 12 Oktober 2013 | 13:16 WIB
Eko Suwarni, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jawa Tengah.

Eko Suwarni, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jawa Tengah.

REMBANG, MataAirRadio.net – Berkas perkara kasus dugaan korupsi penyertaan modal PT RBSJ yang menyeret Bupati Rembang Mochammad Salim sebagai tersangka, memang sudah dinyatakan lengkap. Namun hingga hari Sabtu (12/10) ini, pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah mengaku belum mendapat pelimpahan barang bukti dan tersangka dari Polda Jawa Tengah.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Eko Suwarni ketika dihubungi MataAir Radio dari Rembang mengatakan, kasus Salim sudah dinyatakan memenuhi unsur pidana. Menurut jaksa, berkasnya sudah dianggap lengkap.

P-21 atau pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap sudah dikirimkan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah ke Polda pada hari Senin 7 Oktober lalu. Namun belum ada konfirmasi dari penyidik mengenai kapan berkas barang bukti dan tersangkanya akan dilimpahkan.

Sementara itu, Eddy Heryanto salah seorang pengacara Mochammad Salim memperkirakan, pelimpahan berkas barang bukti dan kliennya ke Kejati Jawa Tengah, tidak akan lama lagi. Menurutnya, semua proses hukum terus berjalan. Sementara pihaknya tidak menghambat atau menghalang-halanginya.

Pihaknya memastikan bersiap mengikuti proses hukum yang ada. Meski demikian, penahanan terhadap kliennya masih harus menunggu surat izin dari Presiden. Jika pun Presiden tidak meresponnya, maka butuh waktu 60 hari untuk melakukan penahanan. Ia juga mengaku tidak menghitung mundur, tersisa berapa hari dari 60 hari itu.

Seperti diketahui, Bupati Rembang Mochammad Salim diduga terlibat korupsi penyertaan modal ke PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya atau RBSJ, dengan nilai kerugian negara mencapai empat miliar rupiah lebih.

Tidak hanya Bupati Rembang Mochammad Salim, ada tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi ini yakni mantan Direktur PT RBSJ Siswadi. Keduanya dinilai sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas penyertaan modal sebesar Rp25 miliar melalui APBD 2006 dan Rp10 miliar melalui APBD 2007. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan